DPMD Trenggalek Sambut Baik Tehnologi Teraz Desa, Dorong Digitalisasi Layanan hingga ke Masyarakat
Lihat sebagai Cerita
TRENGGALEK, AZMEDIA INDONESIA – Digitalisasi desa tidak lagi sekadar berbicara tentang bagaimana pemerintah desa menggunakan teknologi untuk menjalankan administrasi. Lebih jauh, transformasi digital di tingkat desa diharapkan mampu memberikan perubahan langsung terhadap cara masyarakat mendapatkan pelayanan, memperoleh informasi, berkomunikasi dengan pemerintah desa, hingga mengakses berbagai potensi dan layanan yang tersedia di lingkungannya.
Gagasan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi antara Teraz Desa dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Trenggalek, yang berlangsung di ruang rapat DPMD Kabupaten Trenggalek, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala DPMD Kabupaten Trenggalek Suhartoko, S.E., bersama jajaran DPMD. Sementara dari Teraz Desa hadir Arief Budi Setiawan beserta tim.
Dalam audiensi tersebut, Teraz Desa memaparkan konsep digitalisasi desa yang tidak hanya ditujukan untuk membantu pemerintah desa dalam mengelola administrasi dan pelayanan, tetapi juga dirancang untuk menghadirkan akses layanan yang lebih mudah bagi masyarakat melalui satu aplikasi.
Selama ini, digitalisasi pemerintahan desa sering kali dipahami sebatas memindahkan proses administrasi dari kertas ke sistem digital. Teraz Desa membawa pendekatan yang lebih luas dengan menempatkan masyarakat sebagai salah satu pusat utama ekosistem terpadu layanan digital desa.
Melalui satu aplikasi, warga nantinya dapat memperoleh berbagai layanan yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari tanpa harus berpindah-pindah platform.
Salah satu layanan yang menjadi bagian penting adalah E-Surat. Masyarakat dapat mengajukan kebutuhan surat dari perangkat mereka, memilih jenis layanan yang diperlukan, mengisi data dan persyaratan, kemudian mengikuti proses pelayanan yang dilakukan pemerintah desa.
Ketika proses telah selesai, dokumen dapat diberikan secara digital sehingga masyarakat tidak selalu harus datang ke kantor desa hanya untuk mengurus atau mengambil dokumen.
Konsep tersebut juga membuka ruang bagi proses verifikasi identitas masyarakat secara digital. Dalam pengembangannya, pendaftaran warga dapat disesuaikan dengan mekanisme yang ditetapkan, termasuk pemanfaatan data identitas seperti KTP maupun verifikasi wajah apabila diaktifkan oleh pemerintah desa.
Dengan demikian, teknologi bukan sekadar menjadi tempat menyimpan data, tetapi menjadi jembatan antara masyarakat dengan pelayanan desa.
Konsep Teraz Desa dikembangkan sebagai sebuah Service Hub atau (AIO - All In One) bagi masyarakat desa.
Artinya, aplikasi tidak berhenti pada layanan surat-menyurat. Di dalam ekosistem tersebut dapat dikembangkan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari informasi dan profil desa, E-Market, Emergency Button, Posyandu, pengumuman, berita desa, pelayanan publik, pengaduan dan aspirasi masyarakat, hingga berbagai layanan lain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa.
Masyarakat juga dapat memperoleh informasi mengenai potensi yang ada di wilayahnya, termasuk sektor UMKM, produk lokal, BUMDes, pertanian, wisata, maupun peluang ekonomi masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, aplikasi desa tidak hanya menjadi sarana komunikasi antara pemerintah desa dan warga, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan potensi desa dengan masyarakat dan pasar yang lebih luas.
Salah satu pengembangan yang ditawarkan adalah E-Market, yang dapat menjadi ruang digital bagi pelaku UMKM maupun masyarakat untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka.
Dengan begitu, digitalisasi desa tidak hanya berbicara mengenai efisiensi pelayanan administrasi, tetapi juga berpotensi membuka ruang baru bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu persoalan yang ingin dijawab melalui digitalisasi adalah kebutuhan masyarakat untuk datang secara langsung ke kantor desa untuk berbagai urusan yang sebenarnya dapat dilakukan secara digital.
Bagi masyarakat yang memiliki kesibukan bekerja, berada di luar wilayah desa, memiliki keterbatasan waktu, maupun membutuhkan layanan di luar jam pelayanan kantor, akses digital dapat memberikan alternatif yang lebih fleksibel.
Masyarakat cukup membuka aplikasi untuk mengetahui informasi, mengajukan layanan, memantau proses, menerima pemberitahuan, atau mengakses layanan lain yang telah tersedia.
Namun demikian, digitalisasi tidak dimaksudkan untuk menghilangkan pelayanan tatap muka.
Sebaliknya, teknologi diharapkan menjadi pelengkap dan penguat pelayanan konvensional, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam memperoleh layanan sesuai kebutuhannya.
Dari sisi pemerintah desa, Teraz Desa dirancang untuk membantu perangkat desa mengelola berbagai layanan secara lebih terstruktur.
Mulai dari pengelolaan data warga, administrasi pelayanan, pengelolaan surat, informasi desa, pengumuman, hingga berbagai aktivitas pelayanan lainnya dapat dikelola melalui sistem yang saling terhubung.
Bagi masyarakat, manfaatnya berada pada sisi yang berbeda: akses pelayanan menjadi lebih sederhana.
Masyarakat tidak perlu memahami bagaimana proses administrasi bekerja di belakang layar. Mereka cukup mengetahui layanan apa yang dibutuhkan dan mengaksesnya melalui satu aplikasi.
Inilah yang menjadi salah satu gagasan utama Teraz Desa: pemerintah desa mendapatkan sistem pengelolaan, sedangkan masyarakat mendapatkan kemudahan akses.
Dalam pemaparannya, Teraz Desa juga menekankan bahwa setiap desa memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda.
Karena itu, digitalisasi tidak semestinya dilakukan dengan pendekatan yang seragam untuk semua desa.
Fitur dan layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa, termasuk bagaimana pemerintah desa mengatur pelayanan, informasi, serta layanan masyarakat yang ingin ditampilkan.
Bahkan, pengelolaan beberapa kebutuhan administrasi seperti template surat dapat dibuat lebih fleksibel sehingga dapat disesuaikan oleh operator maupun pihak berwenang di desa tanpa harus selalu bergantung pada pihak pengembang.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat teknologi lebih mudah diterapkan sekaligus tetap mengikuti tata kelola dan kebutuhan masing-masing pemerintah desa.
Kepala DPMD Kabupaten Trenggalek, Suhartoko, S.E., menyambut baik digitalisasi yang dipaparkan Teraz Desa.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi di tingkat desa harus diarahkan pada kebutuhan nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Digitalisasi desa bukan hanya bagaimana pemerintah desa memiliki aplikasi, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Pelayanan harus menjadi lebih mudah, cepat, tertata, dan dapat diakses sesuai kebutuhan,” ujar Suhartoko.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan dalam penerapan teknologi agar perangkat desa dapat menggunakan sistem secara optimal.
“Yang terpenting bukan hanya sistemnya tersedia, tetapi perangkat desa mampu menggunakannya dan masyarakat juga mendapatkan manfaat dari layanan tersebut,” imbuhnya.
Teraz Desa: Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Aplikasi
Sementara itu, Arief Budi Setiawan menjelaskan bahwa Teraz Desa sejak awal tidak diarahkan hanya sebagai aplikasi administrasi pemerintahan desa.
“Kami ingin membangun sebuah ekosistem digital desa. Pemerintah desa memiliki alat untuk mengelola pelayanan, sementara masyarakat mendapatkan satu pintu akses untuk berbagai kebutuhan layanan dan informasi desa,” jelasnya.
Menurutnya, konsep tersebut memungkinkan pengembangan layanan secara bertahap sesuai kebutuhan.
“Hari ini mungkin masyarakat membutuhkan E-Surat. Besok membutuhkan informasi desa, pengaduan, layanan ekonomi, E-Market, informasi UMKM, wisata, pertanian, atau layanan lainnya. Kami ingin semua itu dapat berkembang dalam satu ekosistem terpadu, sehingga masyarakat tidak harus menggunakan banyak aplikasi untuk berinteraksi dengan Pemerintahan,” lanjutnya.
Pendekatan tersebut juga membuka peluang agar potensi yang selama ini berada di tingkat desa dapat lebih mudah dikenal oleh masyarakat di luar wilayah desa.
Produk UMKM, potensi wisata, hasil pertanian, kegiatan masyarakat, hingga berbagai informasi desa dapat dikemas dan dipublikasikan melalui ekosistem digital sehingga desa tidak hanya menjadi objek pelayanan, tetapi juga memiliki ruang untuk memperkenalkan potensi dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakatnya.
Audiensi dengan DPMD Kabupaten Trenggalek menjadi bagian dari pembahasan lebih lanjut mengenai kemungkinan implementasi program percepatan digitalisasi desa.
Bagi Teraz Desa, keberhasilan digitalisasi bukan diukur dari seberapa banyak fitur yang dimiliki sebuah aplikasi, melainkan dari seberapa besar teknologi tersebut mampu mempermudah kehidupan masyarakat dan membantu pemerintah desa memberikan pelayanan yang lebih baik.
Pada akhirnya, tujuan digitalisasi desa bukan sekadar membuat desa terlihat modern.
Lebih dari itu, digitalisasi diharapkan membuat warga lebih mudah mendapatkan pelayanan, pemerintah desa lebih mudah memberikan pelayanan, informasi lebih mudah diakses, potensi desa lebih mudah dikenal, dan berbagai kebutuhan masyarakat dapat terhubung dalam satu ekosistem digital.
Dengan pendekatan tersebut, Teraz Desa membawa gagasan bahwa masa depan desa digital bukan hanya tentang “pemerintah desa menggunakan aplikasi”, tetapi tentang bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat teknologi secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Berita Lainnya
Janjikan keuntungan Trading 30 Persen Sebulan, Warga Kota Kediri Divonis 1 Tahun 3 Bulan Penjara
30 Sep 2026, 09:54 WIB
Pemkab Kediri dan Polres Kediri Tanam Jagung di Gampengrejo, Perkuat Ketahanan Pangan
25 Sep 2026, 17:34 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp15.000, Kini Menjadi Rp2,59 Juta per Gram
25 Sep 2026, 17:32 WIB
MMA Trenggalek Bikin Kejutan, 12 Atlet Bawa Pulang 10 Medali dari Kejurprov Jatim
25 Sep 2026, 17:25 WIB
KONI dan Pemkab Tulungagung Berikan Reward Rp190 Juta kepada 230 Atlet Berprestasi
25 Sep 2026, 17:19 WIB