Langsung ke isi
TERBARU
LIRA Jatim Turun ke Lokasi Gedung RSI Siti Aisyah Madiun, Dalami Site Plan dan Legalitas Pembangunan Bebas Bersyarat, Mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Tebar Senyum Keluar Lapas Kasus Tanah Jombangan-Pare, Kuasa Hukum Yusda Setiawan Ungkap Percakapan Ninik Utari dan Kholifatul Laila Polda Jatim Bongkar Penimbunan Solar Bersubsidi Kwarcab Kediri Buka LT III Pramuka Penggalang, 52 Regu Terbaik Bersaing Menuju LT IV Jatim DPMD Trenggalek Sambut Baik Tehnologi Teraz Desa, Dorong Digitalisasi Layanan hingga ke Masyarakat Janjikan keuntungan Trading 30 Persen Sebulan, Warga Kota Kediri Divonis 1 Tahun 3 Bulan Penjara Pemkab Kediri dan Polres Kediri Tanam Jagung di Gampengrejo, Perkuat Ketahanan Pangan Harga Emas Antam Turun Rp15.000, Kini Menjadi Rp2,59 Juta per Gram MMA Trenggalek Bikin Kejutan, 12 Atlet Bawa Pulang 10 Medali dari Kejurprov Jatim LIRA Jatim Turun ke Lokasi Gedung RSI Siti Aisyah Madiun, Dalami Site Plan dan Legalitas Pembangunan Bebas Bersyarat, Mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Tebar Senyum Keluar Lapas Kasus Tanah Jombangan-Pare, Kuasa Hukum Yusda Setiawan Ungkap Percakapan Ninik Utari dan Kholifatul Laila Polda Jatim Bongkar Penimbunan Solar Bersubsidi Kwarcab Kediri Buka LT III Pramuka Penggalang, 52 Regu Terbaik Bersaing Menuju LT IV Jatim DPMD Trenggalek Sambut Baik Tehnologi Teraz Desa, Dorong Digitalisasi Layanan hingga ke Masyarakat Janjikan keuntungan Trading 30 Persen Sebulan, Warga Kota Kediri Divonis 1 Tahun 3 Bulan Penjara Pemkab Kediri dan Polres Kediri Tanam Jagung di Gampengrejo, Perkuat Ketahanan Pangan Harga Emas Antam Turun Rp15.000, Kini Menjadi Rp2,59 Juta per Gram MMA Trenggalek Bikin Kejutan, 12 Atlet Bawa Pulang 10 Medali dari Kejurprov Jatim
Pemerintahan

Pemkot Kediri Susun Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Cegah Kekerasan

Lihat sebagai Cerita
Redaksi AZMEDIA Penulis: Redaksi AZMEDIA (Redaksi) · Kamis, 24 September 2026, 07:29 WIB · 2 menit baca · 896 kali dibaca
Pemkot Kediri Susun Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Cegah Kekerasan
(Pemkot Kediri)

KEDIRI, AZMEDIA INDONESIA — Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan menyusun program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai upaya mencegah kekerasan dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi peserta didik.

Penyusunan program tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan penyusunan program kerja yang digelar di Ruang Kartini Dinas Pendidikan Kota Kediri, Selasa (22/9/2026). Kegiatan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dispendukcapil, serta DP3AP2KB.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan, salah satu fokus program tersebut adalah mencegah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Selain itu, program juga diarahkan untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas di kalangan peserta didik.

"Setelah program kerja selesai disusun, program tersebut akan disosialisasikan ke kepala sekolah melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SD dan SMP. Selanjutnya, kepala sekolah akan menyosialisasikan program ke seluruh warga sekolah untuk diterapkan. Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman akan diterapkan secara bertahap di satuan pendidikan," terang Mandung.

Menurut Mandung, penerapan program akan disertai monitoring dan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi persoalan yang muncul di lingkungan satuan pendidikan.

Iklan

CONTOH — Sisipan Artikel A

Apabila ditemukan laporan mengenai perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya, Dinas Pendidikan bersama OPD terkait akan memberikan pendampingan sesuai dengan tingkat permasalahan yang dihadapi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai kebijakan dan penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Materi antara lain membahas berbagai tantangan dalam pembentukan karakter peserta didik, seperti penyalahgunaan narkoba, kecanduan gawai, judi daring, gangguan kesehatan mental, dan paparan pornografi.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pilar-pilar Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, bentuk perlindungan terhadap peserta didik, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Mandung berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan administratif, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan dan budaya positif yang diterapkan secara konsisten di seluruh satuan pendidikan di Kota Kediri.

Ia juga berharap penerapan program tersebut dapat membuat peserta didik merasa aman dan nyaman selama berada di sekolah sehingga lingkungan pendidikan mampu mendukung mereka mengembangkan potensi secara optimal.

"Sekolah diharapkan dapat menjadi rumah kedua bagi peserta didik," ujarnya

Berita Lainnya