Langsung ke isi
TERBARU
PDI Perjuangan Trenggalek Salurkan Air Bersih untuk Warga Desa Dongko Jeli Putra Sapu Bersih Tiga Laga, Melaju ke Perempat Final Polres Tulungagung Cup 2026 Pemkot Kediri Susun Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Cegah Kekerasan Evaluasi PEMDI 2026, Pemkot Kediri Perkuat Evidence Pemerintahan Digital Satgas Pangan Kabupaten Kediri Pastikan Stok Beras Aman, Harga Masih Sesuai HET Kapolres Kediri Sambangi Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya Seorang Diri Pemkab Tulungagung Perkuat Pemerintahan Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik Polres Trenggalek Edukasi Pelajar soal Risiko AI dan Media Sosial Bupati Trenggalek Dorong Ketahanan Pangan yang Selaras dengan Ketahanan Iklim Polres Trenggalek Salurkan 5.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan PDI Perjuangan Trenggalek Salurkan Air Bersih untuk Warga Desa Dongko Jeli Putra Sapu Bersih Tiga Laga, Melaju ke Perempat Final Polres Tulungagung Cup 2026 Pemkot Kediri Susun Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Cegah Kekerasan Evaluasi PEMDI 2026, Pemkot Kediri Perkuat Evidence Pemerintahan Digital Satgas Pangan Kabupaten Kediri Pastikan Stok Beras Aman, Harga Masih Sesuai HET Kapolres Kediri Sambangi Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya Seorang Diri Pemkab Tulungagung Perkuat Pemerintahan Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik Polres Trenggalek Edukasi Pelajar soal Risiko AI dan Media Sosial Bupati Trenggalek Dorong Ketahanan Pangan yang Selaras dengan Ketahanan Iklim Polres Trenggalek Salurkan 5.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Ekonomi

Bupati Trenggalek Dorong Ketahanan Pangan yang Selaras dengan Ketahanan Iklim

Lihat sebagai Cerita
Redaksi AZMEDIA Penulis: Redaksi AZMEDIA (Redaksi) · Kamis, 24 September 2026, 03:31 WIB · 3 menit baca · 1.387 kali dibaca
Bupati Trenggalek Dorong Ketahanan Pangan yang Selaras dengan Ketahanan Iklim
(Diskominfo Trenggalek)

TRENGGALEK, AZMEDIA INDONESIA — Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendorong agar kebijakan ketahanan pangan daerah tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu mendukung ketahanan iklim dan menjaga keberlanjutan ekosistem.

Hal tersebut disampaikan Nur Arifin saat membuka kegiatan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (PGBPSDL) di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rapat koordinasi bersama Koalisi Pangan Lestari dan sejumlah pemangku kepentingan terkait untuk membahas arah pembangunan ketahanan pangan daerah berbasis potensi sumber daya lokal.

Dalam kesempatan itu, Nur Arifin meminta adanya perubahan paradigma dalam membangun ketahanan pangan. Menurutnya, upaya memenuhi kebutuhan pangan tidak seharusnya dilakukan dengan mengabaikan keberlangsungan ekosistem dan daya dukung lingkungan.

Ia menekankan bahwa ketahanan pangan yang dibangun harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Nur Arifin yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) mengatakan, perubahan iklim ekstrem dan ancaman bencana dapat mendorong daerah mengambil langkah cepat untuk memenuhi target produksi pangan. Namun, langkah tersebut perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan.

Ia mencontohkan pemanfaatan kawasan karst di Trenggalek. Kawasan karst, menurutnya, memiliki fungsi penting sebagai tempat penyimpanan dan resapan air.

"Sudah tahu Trenggalek itu merupakan kawasan karst, kantong atau spons raksasa penyimpan cadangan air. Daerah-daerah yang seharusnya menjadi resapan air dibuka untuk ditanami jagung. Memang ketahanan pangannya terpenuhi, tetapi untuk memenuhi kebutuhan air kita harus beli karena airnya habis. Daerah yang seharusnya menjadi resapan air kering, tidak mampu menjadi kantong-kantong air," kata Nur Arifin.

Selain kawasan karst, ia menyoroti pengelolaan kawasan pesisir yang menurutnya juga perlu mempertimbangkan fungsi ekologis hutan mangrove.

Iklan

CONTOH — Sisipan Artikel B

Nur Arifin mengatakan, keberadaan mangrove memiliki fungsi perlindungan kawasan pesisir, termasuk membantu mengurangi dampak abrasi dan ancaman bencana.

"Kita tahu bahwasanya kita memiliki ancaman megathrust, tetapi di tepi pantai kita justru membuat tambak udang seluas-luasnya dan membabat habis hutan mangrove. Padahal mangrove ini berfungsi sebagai pagar hijau yang melindungi pantai kita dari ancaman bencana ini dan juga abrasi pantai. Memang sumber proteinnya terpenuhi, keberlangsungan alamnya yang rusak," imbuhnya.

Karena itu, Nur Arifin menekankan pentingnya mencari model produksi pangan yang tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa menghilangkan fungsi ekologis lingkungan.

"Boleh produksi pangan sebanyak-banyaknya, tetapi tidak boleh menjadikan ancaman keberlangsungan alam ke depan," tegasnya.

Ia mencontohkan pendekatan produksi pangan yang dapat mengintegrasikan fungsi ekologis dengan kebutuhan pangan. Salah satunya melalui pemanfaatan kolam yang tetap ditanami mangrove dan digunakan untuk membudidayakan ikan, udang, atau kepiting.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, menurutnya, dapat dikembangkan tanaman pangan yang mampu tumbuh di bawah tegakan vegetasi sehingga fungsi ekologis kawasan tetap dipertahankan.

Nur Arifin berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen dan pemahaman yang sama dalam pelaksanaan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk membangun sistem pangan yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan.

Tujuan akhirnya, kata dia, adalah membangun ketahanan pangan yang sekaligus memperkuat ketahanan iklim Kabupaten Trenggalek.

"Ketahanan pangan yang ingin dibangun nanti harus bisa mendukung ketahanan iklim," pungkas Nur Arifin.

Berita Lainnya