Langsung ke isi
TERBARU
LIRA Jatim Turun ke Lokasi Gedung RSI Siti Aisyah Madiun, Dalami Site Plan dan Legalitas Pembangunan Bebas Bersyarat, Mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Tebar Senyum Keluar Lapas Kasus Tanah Jombangan-Pare, Kuasa Hukum Yusda Setiawan Ungkap Percakapan Ninik Utari dan Kholifatul Laila Polda Jatim Bongkar Penimbunan Solar Bersubsidi Kwarcab Kediri Buka LT III Pramuka Penggalang, 52 Regu Terbaik Bersaing Menuju LT IV Jatim DPMD Trenggalek Sambut Baik Tehnologi Teraz Desa, Dorong Digitalisasi Layanan hingga ke Masyarakat Janjikan keuntungan Trading 30 Persen Sebulan, Warga Kota Kediri Divonis 1 Tahun 3 Bulan Penjara Pemkab Kediri dan Polres Kediri Tanam Jagung di Gampengrejo, Perkuat Ketahanan Pangan Harga Emas Antam Turun Rp15.000, Kini Menjadi Rp2,59 Juta per Gram MMA Trenggalek Bikin Kejutan, 12 Atlet Bawa Pulang 10 Medali dari Kejurprov Jatim LIRA Jatim Turun ke Lokasi Gedung RSI Siti Aisyah Madiun, Dalami Site Plan dan Legalitas Pembangunan Bebas Bersyarat, Mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Tebar Senyum Keluar Lapas Kasus Tanah Jombangan-Pare, Kuasa Hukum Yusda Setiawan Ungkap Percakapan Ninik Utari dan Kholifatul Laila Polda Jatim Bongkar Penimbunan Solar Bersubsidi Kwarcab Kediri Buka LT III Pramuka Penggalang, 52 Regu Terbaik Bersaing Menuju LT IV Jatim DPMD Trenggalek Sambut Baik Tehnologi Teraz Desa, Dorong Digitalisasi Layanan hingga ke Masyarakat Janjikan keuntungan Trading 30 Persen Sebulan, Warga Kota Kediri Divonis 1 Tahun 3 Bulan Penjara Pemkab Kediri dan Polres Kediri Tanam Jagung di Gampengrejo, Perkuat Ketahanan Pangan Harga Emas Antam Turun Rp15.000, Kini Menjadi Rp2,59 Juta per Gram MMA Trenggalek Bikin Kejutan, 12 Atlet Bawa Pulang 10 Medali dari Kejurprov Jatim
AI & Digital

Polres Trenggalek Edukasi Pelajar soal Risiko AI dan Media Sosial

Lihat sebagai Cerita
Redaksi AZMEDIA Penulis: Redaksi AZMEDIA (Redaksi) · Kamis, 24 September 2026, 03:35 WIB · 3 menit baca · 1.807 kali dibaca
Polres Trenggalek Edukasi Pelajar soal Risiko AI dan Media Sosial
(TBNews)

TRENGGALEK, AZMEDIA INDONESIA — Polres Trenggalek terus meningkatkan edukasi kepada pelajar mengenai perkembangan teknologi informasi, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan media sosial yang semakin berkembang di era digital.

Edukasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pelajar, khususnya generasi Z dan Alpha, mengenai manfaat sekaligus potensi risiko penggunaan teknologi digital.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggencarkan sosialisasi di sekolah-sekolah. Jajaran Polres Trenggalek secara rutin mendatangi sekolah setiap Senin untuk menjadi pembina upacara sekaligus memberikan edukasi mengenai perkembangan teknologi dan keamanan di ruang digital.

Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya melalui Kasatbinmas AKP Siswanto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membekali pelajar agar lebih bijak dan waspada dalam memanfaatkan teknologi.

"Hari ini kami berkunjung ke SMP Negeri 5 Trenggalek. Bertatap muka dengan para guru dan murid, edukasi tentang pentingnya pemahaman dunia digital," ungkapnya, Senin (21/9/2026).

Di hadapan ratusan siswa, AKP Siswanto menjelaskan perkembangan teknologi informasi saat ini, termasuk pemanfaatan AI yang telah digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Menurutnya, AI dapat memberikan banyak manfaat dan membantu pekerjaan manusia. Namun, perkembangan teknologi tersebut juga perlu diikuti dengan pemahaman terhadap potensi penyalahgunaannya.

Ia mencontohkan teknologi AI yang dapat digunakan untuk memanipulasi wajah dan suara seseorang. Konten hasil manipulasi tersebut dapat disertai narasi provokatif, digunakan untuk mengadu domba, maupun dimanfaatkan sebagai sarana penipuan.

Di sisi lain, AI juga semakin mudah digunakan untuk membantu menjawab berbagai pertanyaan atau tugas sekolah. Kemudahan tersebut, menurutnya, perlu disikapi secara bijak agar tidak membuat pelajar kehilangan kemauan untuk belajar secara mandiri.

Iklan

CONTOH — Sisipan Artikel A

"Kondisi ini tentunya harus menjadi perhatian kita semua. Jangan sampai generasi masa depan kita menjadi korban," imbuhnya.

Selain AI, perkembangan media sosial juga menjadi perhatian dalam edukasi tersebut. Hampir semua kalangan, termasuk pelajar, kini memiliki akses terhadap berbagai platform media sosial.

AKP Siswanto menjelaskan bahwa media sosial dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat. Namun, penyalahgunaan media sosial dapat menimbulkan berbagai dampak, termasuk persoalan hukum.

Karena itu, para pelajar diminta lebih berhati-hati dalam membuat, menerima, maupun menyebarkan informasi di media sosial.

"Jika ada sesuatu hal yang mencurigakan saat bermedia sosial, silakan bertanya kepada para guru. Jangan mudah terpancing oleh unggahan yang tidak jelas sumbernya," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pelajar mengenai potensi cyberbullying atau perundungan di ruang digital. Praktik tersebut dapat dilakukan melalui akun pribadi maupun akun palsu, misalnya dengan mengolok-olok atau mempermalukan orang lain di media sosial.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya dapat berdampak buruk terhadap korban, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan bagi pelakunya.

Polres Trenggalek berharap kegiatan edukasi yang dilakukan secara rutin di lingkungan sekolah dapat meningkatkan kesadaran pelajar dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Dengan pemahaman tersebut, para pelajar diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memilah informasi, menjaga etika di ruang digital, serta memahami konsekuensi dari setiap aktivitas yang dilakukan di internet.

Berita Lainnya