AZMEDIA– Upaya Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam menata dan memperindah kawasan pusat kota masih terus berlanjut. Sejumlah ruas jalan protokol menjadi sasaran pembenahan demi menciptakan wajah kota yang lebih tertata dan ramah bagi masyarakat.
Usai merampungkan penataan trotoar di Jalan Teuku Umar, Pemkab Tulungagung kini mengarahkan fokusnya ke Jalan Diponegoro, salah satu jalur utama di kawasan perkotaan. Ruas jalan tersebut masuk dalam daftar prioritas penataan yang direncanakan mulai dikerjakan pada tahun ini.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung telah menyiapkan langkah awal untuk merevitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Diponegoro. Penataan ini ditujukan untuk memperkuat karakter pusat kota sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan bagi pejalan kaki.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmat Rifai Sodik, menyampaikan bahwa secara konsep, desain trotoar Jalan Diponegoro akan mengacu pada pola yang telah diterapkan di Jalan Teuku Umar. Namun demikian, terdapat penyesuaian pada aspek teknis, khususnya jenis material yang digunakan.
Jika sebelumnya trotoar Jalan Teuku Umar menggunakan konstruksi cor beton, maka pada Jalan Diponegoro direncanakan memakai beton U Ditch. Pemilihan material tersebut mempertimbangkan kemudahan perawatan serta sistem drainase yang lebih tertata dan fungsional.
Meski berbeda bahan, tampilan visual trotoar tetap dirancang agar serasi dengan lingkungan sekitarnya. Penataan akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup sisi barat dan timur jalan, dengan lebar trotoar disesuaikan agar sama dengan koridor Jalan Teuku Umar demi menciptakan kesinambungan tata kota.
Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan. Dinas PUPR tengah memproses lelang Detail Engineering Design (DED) yang diperkirakan memakan waktu sekitar dua bulan. Tahapan ini dinilai krusial sebagai dasar perencanaan teknis sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Terkait konsep kawasan, Rifai menegaskan bahwa desain trotoar Jalan Diponegoro tidak diarahkan untuk meniru kawasan ikonik seperti Malioboro di Yogyakarta. Pemerintah daerah justru ingin menampilkan identitas lokal Tulungagung yang memiliki karakter tersendiri.
Sebagai pelengkap, trotoar tersebut juga direncanakan dilengkapi dengan penerangan jalan umum (PJU). Selain menunjang keindahan visual pada malam hari, keberadaan PJU diharapkan dapat meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Melalui penataan ini, Pemkab Tulungagung berharap Jalan Diponegoro dapat tampil lebih representatif sebagai salah satu wajah utama kota. Tidak hanya memperindah tata ruang perkotaan, keberadaan trotoar yang nyaman dan aman juga diharapkan mendorong budaya berjalan kaki serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi di sekitarnya.













