Manusia Purba Jenis Homo yang Ditemukan Di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 November 2023 - 02:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-Penelitian manusia purba di Indonesia yang dimulai pada abad ke-19 menghasilkan penemuan besar. Dari berbagai situs yang tersebar di Indonesia, para peneliti menemukan beberapa jenis manusia purba. Salah satunya manusia purba jenis Homo. Berikut ini tiga jenis Homo yang ditemukan di Indonesia.

Homo Wajakensis

Homo Wajakensis ditemukan pertama kali oleh B. D. van Rietschoten pada 1889 di Desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur. Homo wajakensis atau manusia dari Wajak digolongkan sebagai Homo sapiens pertama di Asia. Penelitian tentang fosil manusia purba ini kemudian dilanjutkan oleh Eugene Dubois di lokasi yang sama pada tahun berikutnya. Berdasarkan penelitian lebih lanjut, Homo wajakensis diperkirakan hidup di wilayah Nusantara pada sekitar 40.000 tahun lalu. Meski ditemukan di Jawa Timur, manusia jenis ini tidak hanya mendiami Indonesia bagian barat saja, tetapi juga di sebagian wilayah Nusantara bagian timur. Homo Wajakensis telah mampu membuat alat-alat dari batu dan tulang, serta mengenal cara memasak makanan, meski dengan teknik yang masih sangat sederhana. Selain itu, Von Koenigswald menggolongkan manusia Wajak dalam jenis Homo Sapiens karena telah mengenal upacara penguburan mayat.

Berikut ini ciri-ciri Homo Wajakensis. Ukuran tengkoraknya sedang dan agak lonjong Muka datar dan lebar Akar hidungnya lebar dan bagian mulutnya menonjol sedikit Dahinya sedikit miring dan di atas matanya ada busur kening nyata Volume otak sekitar 1.630 cc Tingginya sekitar 173 cm

IMG 6118 Manusia Purba Jenis Homo yang Ditemukan Di Indonesia

Homo Soloensis

ditemukan di Ngandong, tepi Bengawan Solo, dan Sangiran serta Sambungmacan (Sragen). Penggalian di lokasi tersebut dilakukan oleh Willem Frederik Florus Oppenoorth, Carel ter Haar, dan G. H. R. von Koenigswald dari 1931 hingga 1933. Para ahli memperkirakan Homo Soloensis adalah evolusi dari Pithecanthropus Mojokertensis yang hidup sekitar 117.000-108.000 tahun lalu. Kehidupan Homo Soloensis sudah lebih maju daripada manusia purba lainnya, dengan volume otak mendekati manusia masa kini. Mereka memiliki berbagai peralatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mempertahankan hidup dari berbagai ancaman. Alat-alat yang dimaksud berupa peralatan dari tulang binatang, perkakas dari serpihan dari batu (flakes), dan ujung tombak yang bergerigi pada sisi-sisinya.

Berikut ini ciri-ciri Homo Soloensis. Volume otak cukup besar mulai dari 1.013-1.251 cc Tinggi badan berkisar antara 130-210 cm Berat badan antara 30-150 kg Bagian belakang tengkorak telah membulat dan tinggi Otot-otot pada bagian tengkuk mulai mengalami reduksi Alat pengunyah menyusut sehingga gigi dan tulang rahang menjadi kecil Wajah dan hidungnya lebar Dahi dan mulut masih menonjol, namun tidak seperti Pithecanthropus Diperkirakan bisa berjalan dan berdiri sempurna

Baca Juga :  Tingkat Kualitas Hidup Masyarakat di Kabupaten Tulungagung, Sampai Tahun 2023 Indeks Pembangunan Manusia Mengalami Tren Ini

Homo Floresiensis

adalah spesies manusia purba berukuran kecil yang mendiami Pulau Flores. Manusia purba ini ditemukan oleh Peter Brown dan Mike J. Morwood dengan tim dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pada September 2003. Fosil Homo Floresiensis ditemukan di Gua Liang Bua di Flores, dengan ukuran tengkorak sangat mungil. Diperkirakan ukuran tubuhnya tidak lebih besar dari anak-anak usia lima tahun. Karena ukurannya yang lebih kecil dari manusia pada umumnya, Homo Floresiensis sering mendapat julukan sebagai Manusia Hobbit dari Liang Bua. Homo Floresiensis telah hidup menetap dan mencari makan dengan berburu, beternak, serta bercocok tanam. Mereka menggunakan alat-alat dari batu, tulang, dan kayu yang telah dilancipkan untuk membantu dalam berburu. Manusia Homo Floresiensis juga memiliki keterampilan dalam membuat gerabah dan membuat pakaian dari kulit hewan.

Berikut ini ciri-ciri Homo Floresiensis. Tengkorak berukuran kecil dan memanjang Bagian dahi tidak menonjol dan sempit Volume otak 380 cc Tinggi badan sekitar 100 cm Beratnya sekiar 30 kg Berjalan tegak dan tidak memiliki dagu

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi
Belanja Lokal, Dampak Besar: Pasar Senggol Bangoan Gerakkan UMKM Kuliner Tradisional
Dari Hobi Ngopi Jadi Cuan: Coffee Shop Rumahan Pasutri Blitar Laris via Medsos
Simpang Muning Mojoroto Rawan, Kecelakaan Beruntun Bus Harapan Jaya Dorong Evaluasi Keselamatan Lalu Lintas

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Senin, 26 Januari 2026 - 16:07 WIB

Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga

Senin, 26 Januari 2026 - 15:41 WIB

Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:08 WIB

Belanja Lokal, Dampak Besar: Pasar Senggol Bangoan Gerakkan UMKM Kuliner Tradisional

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB