Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA — Aktivitas transaksi di sejumlah pasar tradisional Tulungagung perlahan menunjukkan perubahan. Jika dulu uang tunai menjadi andalan utama, kini sebagian pedagang mulai terbiasa melayani pembayaran nontunai melalui QRIS. Langkah ini dinilai membantu transaksi lebih cepat, mengurangi kerepotan uang kembalian, sekaligus memperluas peluang penjualan.

Di lapak sayur, kios kebutuhan dapur, hingga pedagang makanan siap santap, QRIS mulai terlihat terpajang berdampingan dengan kalkulator dan buku catatan. Bagi pedagang, perubahan ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan cara beradaptasi dengan pola belanja masyarakat yang semakin praktis.

Sejumlah pedagang mengakui, pembayaran nontunai memudahkan ketika pembeli tidak membawa uang pas. Transaksi juga lebih ringkas karena cukup memindai kode, lalu pembayaran masuk tanpa perlu menghitung kembalian. Dalam jam ramai, kondisi ini membuat antrean lebih terkendali.

Selain efisiensi, penggunaan QRIS juga membantu pedagang mencatat pemasukan harian lebih rapi. Riwayat transaksi yang tersimpan otomatis dapat menjadi pegangan untuk menghitung omzet, mengatur stok, hingga menyusun kebutuhan belanja dagangan.

Namun, adopsi QRIS di pasar tradisional tetap menghadapi tantangan. Tidak semua pedagang terbiasa dengan ponsel, sementara kualitas jaringan internet di beberapa titik pasar kadang belum stabil. Karena itu, sebagian pedagang masih menjalankan dua cara sekaligus: tetap menerima tunai, tetapi menyediakan QRIS untuk pembeli yang membutuhkan.

Baca Juga :  MUI haramkan beli produk pro Israel

Di sisi lain, langkah pedagang pasar memanfaatkan QRIS dapat menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi rakyat. Ketika transaksi semakin mudah, peluang pembeli untuk kembali berbelanja juga meningkat. Adaptasi kecil seperti ini, jika konsisten, berpotensi membawa dampak besar: pedagang lebih efisien, pembeli lebih nyaman, dan aktivitas pasar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHK Tak Mematahkan Langkah: UMKM Besek Bambu Jombang Kini Kirim ke Luar Negeri
Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional
Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital
Menyiapkan Generasi Digital: Depok Dorong Pembelajaran AI dan Coding di Sekolah
Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga
Dari Dapur Palembang ke Pasar Dunia: Strategi Produk Pempek Halal Tembus Ekspor
Investasi di Tulungagung Diproyeksi Naik 2026, Perikanan Kian Jadi Magnet
Petani Jamur Tiram di Kota Kediri Jadi Sorotan Srikandi DKPP, Budidaya Baglog Raup Jutaan Rupiah per Bulan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:19 WIB

PHK Tak Mematahkan Langkah: UMKM Besek Bambu Jombang Kini Kirim ke Luar Negeri

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:49 WIB

Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:52 WIB

Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:27 WIB

Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:40 WIB

Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga

Berita Terbaru