AZMEDIA — Konten visual berbasis kecerdasan buatan (AI) kini makin sering berseliweran di ruang digital. Kualitas gambar yang semakin “rapi” membuat banyak orang kesulitan membedakan foto asli dengan foto hasil rekayasa. Kondisi ini memicu risiko baru: publik lebih mudah tertipu, termakan narasi keliru, atau ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Tak sedikit pihak memanfaatkan gambar AI untuk tujuan yang merugikan, mulai dari konten menyesatkan, pencemaran nama baik, hingga pelanggaran privasi. Karena itu, kemampuan membaca “kejanggalan visual” menjadi bagian penting dari literasi digital—terutama sebelum membagikan ulang gambar yang viral.
Berikut empat cara praktis yang bisa membantu mengenali indikasi foto AI atau foto yang telah dimanipulasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Perhatikan manusia dan hewan
AI kerap tampak meyakinkan saat membuat lanskap, tetapi sering terpeleset ketika menampilkan makhluk hidup. Tanda-tandanya antara lain:
-
Tangan/jari tidak wajar (jumlah jari berlebih, bentuk tangan aneh, posisi sendi tidak masuk akal)
-
Proporsi wajah/tubuh janggal (mata tidak simetris, telinga berbeda ukuran, aksesori “menempel” ganjil)
-
Kulit terlalu mulus seperti dipoles berlebihan, minim pori-pori atau detail halus
-
Pada hewan, pola bulu berulang, bagian tubuh seperti menyatu, atau ekspresi terlalu “sempurna”
2. Cek detail di luar objek utama
Objek utama kadang terlihat mulus, tetapi latar belakang justru menjadi sumber kebocoran. Fokuskan perhatian pada:
-
rambu, papan nama, jam dinding, motif kain, ornamen bangunan
-
bayangan yang tidak searah dengan sumber cahaya
-
tepi objek yang “melebur” dengan latar
-
kerumunan orang dengan wajah mirip-mirip atau bentuk yang tidak konsisten
3. Lakukan reverse image search
Jika gambar terasa janggal, lakukan pencarian balik untuk menelusuri sumbernya:
-
gunakan Google Lens atau fitur “cari gambar serupa” di perangkat Anda
-
cek apakah gambar tersebut muncul di sumber tepercaya, atau hanya beredar sebagai unggahan ulang
Reverse image search membantu menemukan unggahan pertama, versi resolusi lebih tinggi, atau konteks asli. Bila hasilnya dominan berasal dari akun anonim/unggahan tanpa keterangan, perlakukan sebagai konten berisiko.
4. Waspadai teks yang tidak jelas
Teks adalah salah satu titik lemah banyak gambar AI. Ciri yang perlu dicurigai:
-
huruf tampak kabur, patah, atau bentuknya berubah-ubah
-
ejaan acak, kombinasi karakter aneh, atau font seperti “setengah jadi”
-
tulisan yang tidak sesuai konteks lokasi dan situasi
Tambahan: uji “logika” foto
Selain detail teknis, gunakan penilaian sederhana:
-
apakah kejadian itu masuk akal di lokasi tersebut?
-
apakah cuaca, pencahayaan, pakaian, dan waktu terlihat selaras?
-
apakah ada elemen yang terlalu sempurna untuk foto spontan?













