Bertahan di Tengah Kenaikan Harga, Pedagang Warteg Lakukan Berbagai Siasat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA – Kenaikan harga sejumlah bahan pangan memaksa para pelaku usaha warung tegal (warteg) untuk mencari cara agar usaha tetap berjalan. Lonjakan harga komoditas seperti cabai, daging ayam, hingga daging sapi membuat pedagang harus cermat mengatur strategi agar keuntungan harian tidak tergerus.

Beragam langkah dilakukan demi menekan biaya operasional tanpa harus menaikkan harga jual secara drastis. Salah satunya dilakukan Dewi, pedagang warteg di kawasan Jatiasih, Bekasi. Ia mengaku memilih menyesuaikan porsi bahan tertentu ketika harga melonjak.

Menurutnya, saat harga cabai naik menjelang periode libur panjang akhir tahun, penggunaan cabai dalam masakan sengaja dikurangi. Langkah tersebut dipilih agar harga menu tetap terjangkau bagi pelanggan.

“Untuk sambal misalnya, porsinya sedikit disesuaikan supaya masih bisa ambil untung,” ujarnya.

Namun, kebijakan berbeda diterapkan ketika harga ayam potong mengalami kenaikan. Dewi memilih menaikkan harga jual sebesar Rp1.000 per potong dibandingkan harus mengurangi ukuran sajian.

“Kalau ayam kemarin memang terpaksa naikkan harga sedikit. Mudah-mudahan pembeli bisa maklum,” katanya.

Pengalaman serupa juga dirasakan Fitri, pedagang warteg lainnya. Ia mengaku melakukan penyesuaian pada penggunaan bahan baku, khususnya untuk menu berbahan dasar cabai.

Baca Juga :  Masyarakat Tulungagung Harus Waspadai Penyakit-Penyakit Saat Memasuki Musim Pancaroba

“Masakan seperti balado kan pakai cabai banyak. Nah, itu jumlah cabainya kita kurangi waktu memasak,” tuturnya.

Meski demikian, Fitri menegaskan bahwa penyesuaian tersebut tidak berimbas pada porsi makanan yang diterima pelanggan. Ia menilai fluktuasi harga bahan pangan merupakan risiko yang sudah menjadi bagian dari dunia usaha kuliner.

“Porsi tetap sama. Harga bahan pokok memang naik turun, itu sudah jadi tantangan sehari-hari kami sebagai pedagang,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHK Tak Mematahkan Langkah: UMKM Besek Bambu Jombang Kini Kirim ke Luar Negeri
Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional
Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital
Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS
Menyiapkan Generasi Digital: Depok Dorong Pembelajaran AI dan Coding di Sekolah
Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga
Dari Dapur Palembang ke Pasar Dunia: Strategi Produk Pempek Halal Tembus Ekspor
Investasi di Tulungagung Diproyeksi Naik 2026, Perikanan Kian Jadi Magnet

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:19 WIB

PHK Tak Mematahkan Langkah: UMKM Besek Bambu Jombang Kini Kirim ke Luar Negeri

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:49 WIB

Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:52 WIB

Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:27 WIB

Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:40 WIB

Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga

Berita Terbaru