Digitalisasi Pendidikan Vokasi Diperluas, ETF Jangkau Magelang Merauke

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA — Upaya mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan vokasi terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya melalui penyaluran bantuan perangkat teknologi informasi kepada sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah barat dan timur Indonesia.

Eka Tjipta Foundation (ETF) bersama Konsorsium Pengusaha Peduli Sekolah Vokasi RI menyalurkan dukungan berupa puluhan perangkat komputer untuk menunjang proses belajar mengajar berbasis digital. Bantuan tersebut diberikan kepada dua SMK, yakni SMK Ma’arif Kota Magelang di Jawa Tengah dan SMK Negeri 1 Bisnis dan Manajemen Merauke di Papua.

Untuk SMK Ma’arif Kota Magelang, konsorsium menyerahkan 36 unit laptop yang diperuntukkan bagi kegiatan pembelajaran di laboratorium komputer. Sementara itu, SMK Negeri 1 Bisnis dan Manajemen Merauke menerima 87 unit komputer pribadi (PC) guna mendukung aktivitas akademik dan evaluasi berbasis komputer.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyaluran perangkat teknologi ini menjadi bagian dari komitmen mendorong digitalisasi pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri yang semakin mengandalkan teknologi informasi. Kehadiran fasilitas digital diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan lulusan SMK agar lebih adaptif terhadap perkembangan dunia kerja.

Ketua Tim Strategi dan Perencanaan Konsorsium Pengusaha Peduli Sekolah Vokasi RI yang juga menjabat Ketua Harian Eka Tjipta Foundation, Agustina Tutik, menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan berdaya saing.

Baca Juga :  Guru SMP di Jakarta Barat menabrak tiga orang muridnya saat pulang sekolah

Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan tenaga kerja nasional. Melalui dukungan perangkat teknologi, sekolah diharapkan mampu mengembangkan inovasi pembelajaran dan membangun budaya belajar digital yang relevan dengan kebutuhan industri modern.

Di SMK Ma’arif Kota Magelang, bantuan laptop disambut positif oleh tenaga pendidik dan peserta didik. Setelah melalui proses instalasi, perangkat tersebut langsung digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya pada mata pelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Kepala SMK Ma’arif Kota Magelang, Eka Veranika Arte, menyampaikan bahwa kehadiran perangkat baru membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran. Siswa kini dapat berlatih menggunakan komputer secara lebih optimal, terutama dalam menghadapi ujian berbasis komputer yang sebelumnya menjadi tantangan bagi sekolah.

Selain membantu guru dalam menerapkan metode pembelajaran digital, fasilitas tersebut juga membuka akses lebih luas bagi siswa untuk mengenal teknologi. Mulai dari penguasaan aplikasi perkantoran, desain grafis, hingga pemanfaatan internet sebagai sumber pengetahuan global.

Baca Juga :  Kelangkaan jagung mempengaruhi inflasi di Tulungagung, Pj Bupati: Beras Relatif Terkendali

Manfaat serupa dirasakan oleh SMK Negeri 1 Bisnis dan Manajemen Merauke. Puluhan unit PC yang diterima sekolah tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan belajar serta pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar pada 5–6 November 2025.

Kepala SMK Negeri 1 Bisnis dan Manajemen Merauke, Mariana Lusi Lalong, menyebutkan bahwa keberadaan perangkat komputer sangat membantu kelancaran proses evaluasi akademik. Sebelumnya, keterbatasan perangkat menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer.

Dari sisi siswa, bantuan tersebut memberikan dampak langsung terhadap efektivitas belajar. Jika sebelumnya satu komputer harus digunakan secara bergantian oleh dua hingga tiga siswa, kini setiap peserta didik dapat mengakses satu perangkat secara mandiri.

Bagi ETF dan konsorsium, program ini merupakan bagian dari misi sosial untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga memiliki manfaat praktis bagi kesiapan kerja lulusan.

Melalui peningkatan sarana pendukung, pengembangan kapasitas guru, serta pemberdayaan siswa, kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan yang berlangsung di Magelang dan Merauke diharapkan dapat menjadi contoh sinergi dalam membangun pendidikan vokasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional
Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital
Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS
Menyiapkan Generasi Digital: Depok Dorong Pembelajaran AI dan Coding di Sekolah
Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga
Dari Dapur Palembang ke Pasar Dunia: Strategi Produk Pempek Halal Tembus Ekspor
Investasi di Tulungagung Diproyeksi Naik 2026, Perikanan Kian Jadi Magnet
Petani Jamur Tiram di Kota Kediri Jadi Sorotan Srikandi DKPP, Budidaya Baglog Raup Jutaan Rupiah per Bulan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:49 WIB

Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:52 WIB

Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:27 WIB

Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:40 WIB

Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:24 WIB

Dari Dapur Palembang ke Pasar Dunia: Strategi Produk Pempek Halal Tembus Ekspor

Berita Terbaru