banner 728x250

Unjuk Bakat Terbaik, Pemenang FLS3N Tingkat Kabupaten Kediri 2026 Siap Terima Penghargaan Kediri, 12 Mei 2026

banner 120x600
banner 468x60

AZMEDIA INDONESIA – Gedung Bhagawanta Bari, Kabupaten Kediri, menjadi saksi kebanggan puluhan siswa terbaik jenjang SMP se-Kabupaten Kediri, Selasa (12/5/2026). Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menggelar malam penghargaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kabupaten, sebuah ajang bergengsi yang menjadi barometer kreativitas dan bakat seni generasi muda di wilayah ini. Acara yang dimulai pukul 12.30 WIB itu menjadi momentum istimewa bagi para pemenang yang telah berjuang keras melewati serangkaian seleksi ketat.

Tahun ini, FLS3N Kabupaten Kediri menghadirkan delapan cabang lomba yang mencerminkan kekayaan ekspresi seni dan sastra siswa. Mulai dari Ansambel Campuran 3 Alat Musik, Pantomim, Kreativitas Musik Tradisional, Menyanyi Solo, Tari Kreasi, Mendongeng, Ilustrasi, hingga Menulis Cerita. Masing-masing cabang diikuti oleh enam sekolah terbaik yang telah berhasil menyisihkan puluhan pesaing dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kediri.

banner 325x300

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat dan dedikasi luar biasa dalam ajang ini. “FLS3N bukan sekadar kompetisi. Ini adalah ruang bagi anak-anak kita untuk tumbuh, berekspresi, dan membuktikan bahwa prestasi tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari panggung seni,” ujarnya.

Deretan sekolah unggulan tampil mendominasi berbagai cabang lomba. UPTD SMPN 2 Pare, misalnya, mencatatkan prestasi gemilang dengan meloloskan wakilnya di empat cabang sekaligus — Ansambel Campuran, Pantomim, Tari Kreasi, Mendongeng, hingga Menulis Cerita. Sementara UPTD SMPN 1 Wates tampil konsisten dengan meraih tempat di cabang Ansambel Campuran, Pantomim, dan Menyanyi Solo.

Di cabang Ansambel Campuran 3 Alat Musik, enam kelompok dari sekolah berbeda unjuk kebolehan memadukan harmoni instrumen mereka. Tiga siswa dari UPTD SMPN 1 Wates — Sri Rahelea Andini, Alfara Kurnia Putra, dan Mochammad Jovan Alfaris — menjadi salah satu penampil yang dinantikan. Tak kalah menarik, cabang Tari Kreasi menghadirkan koreografi memukau dari lima siswi UPTD SMPN 1 Kras yang membawakan garapan tari penuh dinamika.

Cabang Mendongeng pun tak luput dari perhatian. Kemampuan bertutur enam pendongeng cilik dari berbagai sekolah, seperti Jenia Okta Riftriani dari UPTD SMPN 2 Puncu dan Taca Freya Donata Kristanto dari UPTD SMPN 2 Pare, sukses memikat perhatian juri dan penonton. Sementara di cabang Menulis Cerita, kreativitas literasi siswa terwakili oleh enam penulis muda, salah satunya Kinaya Nurhidayah Putri Yuwono dari UPTD SMPN 3 Pare.

Salah satu kepala sekolah yang hadir mendampingi siswanya mengaku bangga sekaligus terharu menyaksikan pencapaian anak didiknya. “Kami latihan berbulan-bulan. Melihat mereka tampil percaya diri dan kemudian menerima penghargaan ini, rasanya semua kerja keras terbayar lunas,” ungkap seorang kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya.
Setiap sekolah peserta diperkenankan menghadirkan satu orang pendamping untuk masing-masing cabang lomba, menegaskan bahwa pencapaian para siswa ini bukan perjalanan yang ditempuh sendiri, melainkan buah dari sinergi antara siswa, guru pembimbing, dan sekolah.

Ajang FLS3N tingkat Kabupaten Kediri 2026 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para pemenang untuk melaju ke kompetisi di tingkat provinsi. Lebih dari sekadar piala dan sertifikat, penghargaan ini adalah pengakuan atas semangat berkarya generasi muda Kediri yang terus tumbuh dan siap bersaing di panggung yang lebih luas.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *