Waspada, Wabah Cikungunya Di Tulungagung Semakin Meluas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Januari 2023 - 06:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG , AZMEDIA.CO.ID -Wabah penyakit cikungunya di Tulungagung semakin meningkat. Penyakit ini telah menyerang ratusan warga. Wabah chikungunya yang sebelumnya menjangkiti Desa Gilang Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung semakin meluas ke desa lain di sekitarnya

Tercatat, pada Jumat (27/1) wabah ini telah terjadi sebanyak 100 kasus. Wabah terjadi di Desa Ngunut, Desa Jatimulyo, Desa Gilang, dan Desa Pulosari .

Berdasar catatan Dinas Kesehatan setempat ,kasus muncul mulai Desember kemarin di Desa Gilang Kecamatan Ngunut .

Baca Juga :  Jumat Berkah, Bhayangkari Daerah Jawa Timur Gelar Baksos di Ponpes Raudlatul Jannah Probolinggo

Menyikapi kejadian ini , Dinas Kesehatan Tulungagung menyarankan masyarakat agar melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara periodik minimal seminggu sekali.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rochmad mengatakan Saat ini pihak puskesmas terdekat telah memberikan pengobatan untuk mempercepat proses penyembuhan.

“Petugas dinkes juga sudah melakukan fogging di sekitar rumah warga yang terjangkit chikungunya” terang dr. Kasil, Jumat (27/1/2023).

Baca Juga :  Polres Situbondo Ungkap Kasus Curanmor, Tersangka dan 8 Unit Motor Berhasil Diamankan

Kasil menambahkan ,Petugas juga membagikan bubuk abate yang efektif membunuh nyamuk yang bersarang di sumur maupun bak mandi. Pengasapan atau fogging juga dilakukan untuk membasmi nyamuk dewasa.

“Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan serangan penyakit chikungunya dapat berkurang dan warga dapat beraktivitas normal kembali.” Pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi
Belanja Lokal, Dampak Besar: Pasar Senggol Bangoan Gerakkan UMKM Kuliner Tradisional
Dari Hobi Ngopi Jadi Cuan: Coffee Shop Rumahan Pasutri Blitar Laris via Medsos
Simpang Muning Mojoroto Rawan, Kecelakaan Beruntun Bus Harapan Jaya Dorong Evaluasi Keselamatan Lalu Lintas

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Senin, 26 Januari 2026 - 16:07 WIB

Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga

Senin, 26 Januari 2026 - 15:41 WIB

Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:08 WIB

Belanja Lokal, Dampak Besar: Pasar Senggol Bangoan Gerakkan UMKM Kuliner Tradisional

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB