AZMEDIA — Produksi beras di Kabupaten Tulungagung sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat positif. Hasil panen yang diperoleh petani mencapai ratusan ribu ton dan dinilai mampu menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat lokal dalam jangka waktu panjang.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, selama periode Januari hingga Oktober 2025, total panen padi mencapai 298.377 ton gabah. Dari jumlah tersebut, setelah melalui proses penggilingan, dihasilkan sekitar 173.058 ton beras.
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto, menyampaikan bahwa jumlah produksi beras tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat daerah. Bahkan, surplus produksi tercatat mencapai sekitar 50 persen dari total kebutuhan beras di Tulungagung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa dengan stok beras yang tersedia saat ini, kebutuhan masyarakat diperkirakan tetap terpenuhi hingga sekitar sepuluh bulan ke depan, meskipun tidak ada tambahan panen dalam periode tersebut.
“Jika melihat jumlah produksi yang ada, tanpa panen lanjutan pun, persediaan beras di Tulungagung masih mencukupi kebutuhan masyarakat lokal selama kurang lebih sepuluh bulan,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).
Capaian produksi yang melimpah tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah strategis yang dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas dan produktivitas sektor pertanian. Salah satu upaya utama adalah optimalisasi lahan dengan penerapan indeks pertanaman (IP) 200, yang memungkinkan petani menanam padi hingga dua kali dalam satu tahun.
Selain itu, Dinas Pertanian juga melakukan pengembangan lahan baru yang sebelumnya belum dimanfaatkan untuk budidaya padi. Lahan-lahan tersebut kini dialihfungsikan menjadi area persawahan guna menambah kapasitas produksi beras daerah.
Langkah tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong penguatan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi padi dan beras dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Sebagai bagian dari upaya jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga telah mengajukan usulan perluasan area tanam padi kepada Kementerian Pertanian. Luas lahan yang diusulkan mencapai sekitar 167 hektare untuk dikembangkan menjadi persawahan produktif.
“Perluasan area tanam ini kami dorong agar produksi padi di Tulungagung tetap terjaga dan mampu mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” pungkas Suyanto.













