Transaksi Gabah Beralih Digital, Bulog Perkuat Kerja Sama dengan Bank BUMN

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA — Perusahaan Umum Perum Bulog menargetkan penyerapan hasil panen petani sepanjang tahun 2026 mencapai sekitar empat juta ton setara beras serta satu juta ton jagung. Seiring dengan target tersebut, Bulog mulai mendorong transformasi sistem pembayaran gabah menuju skema nontunai.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa kebijakan pembayaran digital diarahkan untuk memperkuat aspek keamanan transaksi, meningkatkan transparansi, memperbaiki efisiensi operasional, serta mendukung modernisasi tata kelola pengadaan pangan nasional.

Menurut Rizal, mulai 2026 Bulog secara bertahap akan meninggalkan mekanisme pembayaran tunai dan beralih ke sistem pembayaran berbasis digital. Langkah ini diharapkan dapat mendorong petani memiliki rekening bank, sehingga transaksi menjadi lebih aman dan risiko kejahatan dapat ditekan.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, dengan sistem pembayaran digital, petani tidak lagi harus membawa uang tunai dalam jumlah besar saat panen. Selain lebih aman, petani juga dapat langsung menabung serta memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal yang mendukung keberlanjutan usaha tani.

Baca Juga :  Jadwal Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu 2024 Tingkat Kecamatan di Tulungagung

Rizal menambahkan bahwa transformasi digital tersebut juga mempercepat proses pencatatan dan pelaporan internal Bulog. Seluruh data transaksi akan terhubung hingga ke tingkat pusat secara real time, sehingga manajemen dapat memantau nilai dan volume serapan harian, bahkan dalam hitungan detik.

Menurutnya, sistem ini sekaligus menjadi instrumen pengawasan untuk menutup celah penyimpangan di lapangan, meningkatkan akuntabilitas petugas, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap proses pengadaan gabah Bulog.

Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, Bulog akan menggandeng perbankan milik negara seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Mandiri. Perbankan akan didorong aktif mendatangi sentra produksi dan desa-desa guna mempercepat pembukaan rekening bagi petani.

Menjelang musim panen, Bulog juga berencana mengoordinasikan kesiapan layanan perbankan nasional agar implementasi pembayaran digital berjalan lancar sekaligus memperluas inklusi keuangan petani.

Baca Juga :  Solar Subsidi yang Terus Melintas dan Pertanyaan Publik atas Ketegasan Negara

Hingga akhir Desember 2025, Bulog tercatat telah menyerap sekitar 3,1 juta ton gabah setara beras, yang terdiri atas Gabah Kering Panen, Gabah Kering Giling, dan beras. Pada periode yang sama, penyerapan jagung mencapai lebih dari 100 ribu ton, baik melalui skema penugasan pemerintah maupun komersial.

Sementara itu, stok cadangan beras pemerintah pada awal 2026 tercatat berada di kisaran 3,24 juta ton, ditambah stok komersial sekitar 133 ribu ton.

Pemerintah melalui Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan telah menetapkan peningkatan cadangan pangan pemerintah untuk komoditas beras dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton pada 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan kebijakan ini disiapkan untuk mengantisipasi panen raya yang diperkirakan berlangsung pada Februari mendatang sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan nasional.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB