Tersangka Penganiaya Santri di Kediri Bawa Jasad Korban ke Rumah Sakit Pakai Motor Bonceng Tiga

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Maret 2024 - 03:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID- Tersangka penganiaya Bintang Balqis Maulana, santri asal Banyuwangi yang tewas dianiaya senior, membawa jasad korban ke rumah sakit menggunakan motor.
“Pakai motor dibonceng bertiga,”ujar Kakak Bintang, Muhammad Ilham di Banyuwangi, Kamis (29/2/2024)
Ilham mengetahui informasi tersebut saat mencerca sepupu korban berinisial FA  yang juga ditetapkan sebagai tersangka.
“Dibawa ke rumah sakit jam 3 pagi,” tambahnya.

Sepupu santri asal Banyuwangi yang tewas di Ponpes Kediri sering membully korban Tersangka Penganiaya Santri di Kediri Bawa Jasad Korban ke Rumah Sakit Pakai Motor Bonceng Tiga

Saat ditanya alasan membawa korban ke rumah sakit, awalnya FA beralasan bahwa Bintang terjatuh di kamar mandi pada pukul 18.00.

Namun karena kondisi Bintang terus melemah, alih-alih meminta bantuan pengurus pondok, Fatah bersama teman lainya justru membawa Bintang ke rumah sakit menggunakan motor.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat sudah di rumah sakit dokternya bilang kenapa sudah meninggal baru di bawa ke rumah sakit,” paparnya.

Bintang merupakan korban penganiayaan di lingkungan pondok pesantren di Kediri. Polres Kediri telah menetapkan 4 tersangka dari peristiwa tersebut, yaitu MN, MA, FT dan AK.

Baca Juga :  Ancaman Bom Pelita Air di Bandara Juanda, Satu Penumpang Diamankan

Polres Kediri mengungkap bahwa penganiayaan yang dilakukan korban diawali dari kesalahpahaman antara korban dan tersangka yang mengakibatkan terjadinya penganiayaan terulang-ulang.

Kasus meninggalnya Bintang Bilqis Maulana cukup menyita perhatian publik karena ada upaya penyembunyian fakta sebenarnya. Perwakilan pondok yang ikut mengantarkan jenazah korban menjelaskan penyebab kematian korban akibat terjatuh dari kamar mandi.

Namun, fakta berhasil diungkap pihak kepolisian yang menemukan penyebab kematian korban yang diduga akibat menjadi korban penganiayaan serta pengeroyokan santri lain.

Salah Satu Tersangka Adalah Sepupu Korban

Salah satu dari empat tersangka penganiaya santri Bintang Balqis Maulana, korban penganiayaan di salah satu pondok Pesantren di Kabupaten Kediri merupakan sepupu korban yang berinsial FA.

Baca Juga :  UMKM Tulungagung Bergerak: Dari Kualitas Produk Menuju Peluang Mancanegara

Ayah FA merupakan kakak dari ibu Bintang Balqis Maulana, keluarga FA tinggal di Denpasar Bali. Sedangkan FA menjalani Pendidikan di pondok pesantren yang sama dengan korban, namun berbeda tingkatan.

FA berusia 16 tahun atau dua tahun lebih tua dari Bintang Balqis Maulana yang saat ini berusia 14 tahun dan duduk di kelas 8 MTs di lingkungan Pendidikan ponpes yang sama.

“Saudara dekat, kalau Hari Raya keluarga FA pasti pulang ke sini,” ujar Kaka Bintang, Muhammad Ilham Rabu (28/2/2024).

Kata dia, FA dan Bintang juga sering bermain bersama saat berkumpul tanpa pernah terlihat konfilik.

“Mungkin FA terhasut temannya sehingga ikut menganiaya,”tambahnya.

Ilham sempat mencerca FA terkait penyebab meninggalnya Bintang. Awalnya tidak mengaku. Namun akhirnya FA mengakui bahwa dia terlibat dalam penganiayaan.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB