Stabilkan Harga Beras, Pemkab Tulungagung Inisiasi Operasi Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Februari 2024 - 03:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-Naiknya harga beras di Tulungagung beberapa waktu lalu disebut masih dalam kategori aman.
Tak tinggal diam, Pemkab Tulungagung lakukan operasi pasar guna menekan kenaikan harga beras.
Pejabat (Pj) Bupati Tulungagung, Heru Suseno menegaskan bahwasannya pihaknya telah mengambil sampel harga beras dari pasar-pasar tradisional di Tulungagung.
Yang mana pengambilan sampel tersebut sebagai acuan untuk kestabilan harga.
Berdasarkan hasil sampel, diketahui beberapa pekan terakhir sempat ada kenaikan harga beras di pasar tradisional.
Namun kenaikan harga tersebut tidak terlalu signifikan dan masih dalam kategori aman. Sebab harga beras belum terlalu jauh dari harga normal.
“Harganya memang naik, tapi tidak terlalu signifikan. Kami ambil sampel dari pasar tradisional ini karena memang harganya lebih murah. Kalau pasar modern jelas berbeda dan sedikit lebih mahal,” jelasnya Rabu (28/2/2024).

Operasi Pasar yang dialkukan Disperindag dan Bulog Foto Istimewa for Tujatimtimes P803ef7dae689f182.md Stabilkan Harga Beras, Pemkab Tulungagung Inisiasi Operasi Pasar

Harga normal beras medium dibandrol dengan harga Rp11.700 per kilogram. Sementara harga beras medium yang beredar di pasaran kali ini menyentuh angka Rp15 ribu perkilonya. Menurutnya kenaikan harga beras medium ini belum tergolong ekstrem.

Baca Juga :  Pemkab Tulungagung Terima Hibah Harta Koruptor Senilai Rp 6,69 M

Mendapati hal tersebut, kini pihaknya mengambil siasat atau langkah untuk menstabilkan harga beras. Yang mana langkah itu yakni salah satunya melalui gelaran operasi pasar.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada operasi pasar, pihaknya mencoba menstabilkan harga beras dengan menjual beras medium dengan harga normal agar harga di pasaran segera turun.

“Harganya belum sampai Rp15 ribu, kami terus berupaya menggelar operasi pasar untuk menekan harga beras yang ada di pasaran agar tidak terus-terusan naik,” ucapnya.

Selain operasi pasar, pihaknya akan menggelontorkan cadangan beras yang ada di Bulog apabila harga beras mampu mencapai Rp15 ribu.

Yang mana cadangan beras di Bulog mencapai 2.300 ton beras, utamanya beras jenis medium.

Tidak hanya cadangan beras yang ada di Bulog, pihaknya juga masih memiliki bantuan beras sekitar 39 ton yang disimpan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Tulungagung.

Keberadaan cadangan beras di Tulungagung ini memang selalu dioptimalkan agar terus tercipta kestabilan harga.

“Cadangan beras kita masih sangat banyak, yang jelas ketika ada laporan salah satu pasar ada yang menjual beras seharga Rp15 ribu,”

Baca Juga :  Tantangan Ekonomi Tak Goyahkan Dukungan: Rapor Awal Prabowo–Gibran Tetap Biru

“Kami akan langsung bertindak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung,” pungkasnya.

Sementara itu, upaya untuk menstabilkan harga dengan operasi pasar telah dilakukan di Pasar Rakyat Karangrejo pada Rabu (28/2/2024).

Antrean panjang warga turut menghiasi operasi pasar tersebut. Tak kurang 30 menit, bahan pokok yang dijual pada operasi pasar tersebut ludes diserbu warga.

“Operasi pasar ini mulainya pukul 08.00 WIB pagi tadi mas. Langsung ke sini beli kebutuhan dapur,” jelas Warga Setempat, Guseno.

Lanjut dia, dengan adanya operasi pasar ini sangat membantu warga setempat untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Pasalnya apabila beli dengan harga saat ini, dia harus merogoh saku hingga Rp140 ribu untuk 2 sak beras kemasan 5 kilogram.

“Kalau di operasi pasar ini harganya Rp 104 ribu untuk 2 sak beras kemasan 5 kilogram. Jadi ya sangat membantu sekali, tapi sayangnya pembeliannya dibatasi,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB