PKL JLS Tulungagung Ogah Ditertibkan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Januari 2024 - 02:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-Rencana penertiban serta relokasi pedagang kaki lima (PK5) pada Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung, di wilayah Kecamatan Besuki akan menemui jalan terjal.
Mayoritas pedagang ogah dipindah dari tempatnya berjualan, mereka pun ragu dengan rencana relokasi yang dianggap masih belum jelas itu.
Kepala Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Supirin menegaskan tidak akan memperdulikan jika Pemkab berniat menertibkan lapak yang ada pada JLS Tulungagung wilayah Kecamatan Besuki.
untuk meningkatkan perekonomian warga.

6561b4a4179b2 suasana pkl di sepanjang jls tulungagung trenggalek jatim PKL JLS Tulungagung Ogah Ditertibkan

Bahkan untuk rencana relokasi sekalipun, Supirin menyebut mayoritas pemilik lapak juga ogah-ogahan karena konsepnya seperti apa yang masih belum jelas.

Pemilik lapak masih mempertanyakan dimana tempat relokasi yang dimaksud itu, termasuk seperti apa mekanisme yang terjalin antara pemilik lapak, Pemkab Tulungagung ataupun Perhutani.

Beberapa waktu yang lalu, ada sekitar 53 pemilik lapak JLS di Keboireng yang ikut pertemuan untuk membahas rencana relokasi tersebut.

Supirin mengungkapkan mereka semua menolak untuk direlokasi dan masih ingin berdagang ditempatnya yang sekarang.

Menurut Sopirin, penolakan itu khusus warga yang mendirikan bangunan dipinggir JLS Tulungagung dan berada di lahan milik Perhutani.

Bangunan yang mereka dirikan dianggap tidak mengganggu lalu lintas karena ada diluar jalan ataupun bahu jalan JLS Tulungagung.

Lebih lanjut, warga dan Pemdes Keboireng masih ingin ada sebuah Perjanjian Kerjasama (PKS) yang terjalin dengan Perhutani sebagai pemilik lahan.

Surat-surat pengajuannya sudah dikirimkan sejak bulan Oktober 2023 yang lalu.

Baca Juga :  Napiter Lapas Tulungagung Akhirnya Bisa Hirup Udara Segar, Ini Alasannya.

Menurut Supirin, pengajuan itu tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saja.

Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno mengatakan bangunan yang berdiri di bahu jalan JLS Tulungagung ruas manapun sudah pasti akan ditertibkan.

Mengingat kondisi itu sangat membahayakan bagi pengendara dan melanggar aturan yang ada.

Sedangkan pedagang yang berdiri diluar bahu jalan diatas lahan Perhutani, itu yang masih akan dilakukan pembahasan lebih lanjut.

Dia menambahkan setelah segala prosesnya selesai, tim yang dibentuk untuk menangani permasalahan PKL di JLS ini akan menyampaikan mekanisme relokasi ke para pedagang.

Termasuk bagaimana konsep kerjasama yang nantinya bisa terjalin.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi
Belanja Lokal, Dampak Besar: Pasar Senggol Bangoan Gerakkan UMKM Kuliner Tradisional
Dari Hobi Ngopi Jadi Cuan: Coffee Shop Rumahan Pasutri Blitar Laris via Medsos
Simpang Muning Mojoroto Rawan, Kecelakaan Beruntun Bus Harapan Jaya Dorong Evaluasi Keselamatan Lalu Lintas

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Senin, 26 Januari 2026 - 16:07 WIB

Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga

Senin, 26 Januari 2026 - 15:41 WIB

Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:08 WIB

Belanja Lokal, Dampak Besar: Pasar Senggol Bangoan Gerakkan UMKM Kuliner Tradisional

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB