Pj Bupati Tulungagung: Beras SPHP tak boleh dijual melebihi HET

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Maret 2024 - 03:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, AZMEDIA.CO.ID – Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno mengingatkan para pedagang dan pengecer untuk tidak menjual beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pasar) melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp54 ribu per kemasan isi lima kilogram.
“Menjual beras SPHP melebihi HET merupakan pelanggaran dan bisa diproses hukum,” kata Heru di Tulungagung, Sabtu (23/3/2024).
IMG 20240308 WA0013.jpg Pj Bupati Tulungagung: Beras SPHP tak boleh dijual melebihi HET
Dia menjelaskan, beras SPHP merupakan beras penugasan untuk menstabilkan harga beras.
Jika ada pedagang atau mitra Bulog yang menjual beras SPHP melebihi HET yaitu Rp10.800 per kilogram, masyarakat bisa melaporkan ke polisi atau ke Bulog.
“Nanti di perdata dulu dengan di black list oleh Bulog lalu dianalisa apa penyebab dia menjual melebihi HET,” katanya.
Heru menegaskan bahwa mekanisme penjualan beras SPHP harus melalui kios yang bekerja sama dengan Bulog.
“Nanti kita akan meminta Bulog untuk menentukan siapa saja mitra yang pantas,” katanya.
Senada, Ketua Satgas Pangan Kabupaten Tulungagung, AKP Muhammad Nur mengungkapkan sampai saat ini pihaknya sudah merespon informasi penjualan beras SPHP di atas HET.
Sebagai langkah awal pihaknya melakukan inventarisasi mitra Bulog yang nakal.
Setelah diinventarisasi, penjual beras SPHP nakal tersebut bakal diproses dengan berkoordinasi dengan Bulog Cabang Tulungagung.
“Akan kami cek dan berkordinasi dengan Bulog secara langsung,” kata Nur.
Sebelumnya ditemukan banyak mitra Bulog nakal yang menjual beras SPHP melebihi HET Pemerintah.
Seharusnya beras ini dijual dengan kemasan lima kilogram khusus bertuliskan SPHP dan ada lambang Perum Bulog pada bagian pojok kanan atas.
Beras kemasan lima kilogram HET nya sekitar Rp54 ribu per kemasan di tingkat konsumen.
Sayangnya beras tersebut justru dijadikan oleh beberapa Mitra Bulog untuk menambah pundi-pundi rupiah dengan menyalahi aturan penjualan beras SPHP.
Beberapa Mitra Bulog menjual beras SPHP dengan harga di atas HET yang ditentukan. Harga yang ditawarkan bervariasi, dari Rp60 ribu rupiah per 5 kilo hingga Rp73 ribu per 5 kilogramnya.
Baca Juga :  Sebanyak 66 Personil Polres Kediri mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi pada awal tahun 2023.
Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB