Pertumbuhan Kedai Kopi Dinilai Mempengaruhi Inflasi di Solo

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA — Wali Kota Solo, Jawa Tengah, Respati Ardi, menilai pesatnya pertumbuhan usaha kedai kopi di wilayahnya ikut memberi tekanan terhadap laju inflasi daerah. Menurutnya, selain faktor pangan, perkembangan sektor gaya hidup juga mulai berpengaruh terhadap pergerakan harga.

Respati menjelaskan, hingga saat ini komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai masih menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Solo. Namun, ia mengungkapkan bahwa tren konsumsi masyarakat turut berubah seiring menjamurnya coffee shop dalam beberapa tahun terakhir.

“Di luar bahan pangan, sektor coffee shop juga memberikan kontribusi terhadap inflasi di Solo,” ujar Respati usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat pembukaan Pasar Murah di Solo, Jumat (2/1).

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menuturkan meningkatnya jumlah kedai kopi mendorong konsumsi kopi masyarakat menjadi lebih tinggi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya permintaan biji kopi, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga bahan baku.

Baca Juga :  Hingga Maret 2026, Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik

“Permintaan yang tinggi membuat harga biji kopi ikut naik. Ada beberapa harga yang pergerakannya terasa kurang wajar,” jelasnya.

Jumlah Coffee Shop Terus Bertambah

Respati mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 174 coffee shop baru yang beroperasi di Kota Solo. Menurutnya, fenomena tersebut merupakan bagian dari perubahan gaya hidup masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan satu sektor usaha yang terlalu cepat dapat berdampak kurang baik terhadap stabilitas ekonomi daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu mengambil peran sebagai penyeimbang.

“Kalau pertumbuhan satu industri terlalu drastis, tentu tidak sehat. Pemerintah harus hadir sebagai penengah,” katanya.

Baca Juga :  Kelangkaan jagung mempengaruhi inflasi di Tulungagung, Pj Bupati: Beras Relatif Terkendali

Untuk menekan tekanan harga, Pemerintah Kota Solo berupaya menjaga ketersediaan pasokan biji kopi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan daerah penghasil kopi guna memastikan rantai pasok tetap lancar dan harga lebih terkendali.

“Kami mencoba bekerja sama dengan daerah penghasil kopi seperti Temanggung, agar harga bisa lebih stabil dan tidak saling merugikan,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Solo mencatat inflasi tahunan atau year on year (YoY) sebesar 2,73 persen per Oktober 2025. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan angka 12,29 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,21 persen, serta kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran sebesar 3,69 persen.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB