Pemkab Usulkan Anggaran Pembangunan Jalan Sirip JLS Tulungagung

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Januari 2024 - 04:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-Untuk membangun jalan-jalan sirip penunjang Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung, Pemkab Tulungagung harus mengajukan anggaran senilai Rp175 miliar (M) ke pemerintah pusat.
Jika nantinya disetujui, beberapa ruas jalan di Kecamatan Campurdarat, Besuki, Bandung, Pucanglaban, Tanggunggunung, hingga Kalidawir dimungkinkan mulus.

IMG 20230611 201413 scaled 1 scaled Pemkab Usulkan Anggaran Pembangunan Jalan Sirip JLS Tulungagung

Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno menyebut, usulan pembangunan jalan sirip JLS Tulungagung mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah atau biasa disebut dengan Inpres Jalan Daerah (IJD).

Itu merupakan langkah jangka menengah yang dilakukan Pemkab Tulungagung saat JLS di Tulungagung seluruhnya tersambung.

Sampai saat ini, menurut dia, JLS di Tulungagung hanya kurang 13,55 kilometer (km) saja yang belum terbangun dari total 46 km.

Pekerjaannya masih dikerjakan oleh Balai Besar Pengadaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali dengan target rampung seluruhnya pada tahun 2025 mendatang.

Sementara terkait pengadaan lahan yang menjadi tanggungjawab Pemkab Tulungagung, seluruhnya sudah dibebaskan.

“Kalau pembebasan tanah sudah selesai dilakukan Pemkab, sekarang tinggal balai besar (BBPJN Jatim – Bali) menyelesaikan pembangunannya,” tukasnya.

Heru melanjutkan untuk menyambut tersambungnya JLS itu, Pemkab telah mengajukan anggaran kepada pemerintah pusat sampai sekitar 175 M melalui IJD.

Baca Juga :  Menjelang Hari Tenang, Bawaslu Kelimpungan Turunkan Semua APK di Tulungagung

Dana tersebut bisa untuk membangun jalan sirip sepanjang sekitar 30 km.

“Yang kita prioritaskan adalah jalan sirip menuju akses wisata. Tapi akan dibangun terlebih dahulu jalan sirip yang sudah tidak dilalui kendaraan material pembangunan JLS,”

“Karena kalau masih dilewati kendaraan material, takutnya jalan yang dibangun malah cepat rusak,” paparnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hari Subagyo menambahkan, pengusulan IJD bisa dilakukan pada dua tahun yang berbeda.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB