Pemkab Kediri Hidupkan Kembali Situs Tondowongso: Jejak Mataram Kuno Siap Jadi Destinasi Wisata

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI, AZMEDIA.CO.ID – Di balik tanah yang tenang di Kabupaten Kediri, tersimpan kisah masa lalu yang megah. Situs Tondowongso, peninggalan era Mataram Kuno, pertama kali ditemukan pada 2007 dan sejak itu menarik perhatian arkeolog serta pecinta budaya.

Kini, lebih dari satu dekade kemudian, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) mendorong upaya menghidupkan kembali situs bersejarah ini. Bersama tim arkeolog dari Padma UGM Yogyakarta, ekskavasi lanjutan digelar hingga 29 Agustus 2025.

Langkah ini bukan hanya sebatas penelitian, tetapi juga bagian dari rencana besar menghadirkan Tondowongso sebagai destinasi wisata sejarah unggulan di Kediri.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ekskavasi Struktur Candi dan Gapura Kuno

Pada tahap awal, tim ekskavasi fokus menggali kembali struktur candi induk, tiga candi perwara, serta gapura paduraksa kuno yang terkubur. Proses ini disebut sebagai upaya “mengupas lapisan tanah”, layaknya membuka lembaran buku tua yang menyimpan sejarah panjang.

Baca Juga :  Sebanyak 66 Personil Polres Kediri mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi pada awal tahun 2023.

Selain itu, Pemkab Kediri juga berencana membangun cungkup pelindung agar bangunan candi tetap terjaga dan dapat disaksikan dalam bentuk aslinya.

“Situs ini milik masyarakat Kediri. Kami ingin memberdayakannya agar bisa memberikan manfaat luas. Pengembangan destinasi wisata tidak harus menunggu penelitian selesai,” ujar Eko Priatno Triwarso, Kepala Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan (Jakala) Disparbud Kediri, Senin (25/8).

Jejak Mataram Kuno di Kediri

Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan Situs Tondowongso berasal dari sekitar tahun 1006 Masehi, masa transisi Mpu Sendok hingga Dharmawangsa Teguh, jauh sebelum kejayaan Kerajaan Kadiri.

Beberapa penemuan penting di antaranya:

2006: Arca Siwa Catur, Surya, dan Candra.
2007: Arca Durga Mahesasuramardini, Nandi, Yoni, Mahakala, fragmen arca, hingga Arca Dewa Surya dan Candra.
2009: Runtuhan gapura Paduraksa.

Baca Juga :  Perkuat Daya Tarik Investasi, Tulungagung Perlu Tonjolkan Identitas Daerah

Seluruh artefak berharga tersebut kini tersimpan di Museum Kabupaten Kediri, menjadi bukti nyata jejak peradaban Hindu-Buddha di tanah Jawa.

Dari Situs Bersejarah Menjadi Wisata Budaya

Dengan luas area sekitar 9.700 meter persegi, Situs Tondowongso diyakini masih menyimpan banyak misteri sejarah. Ekskavasi ini tidak hanya berfungsi sebagai penggalian arkeologis, tetapi juga sebagai pijakan menjadikannya ruang edukasi, wisata, dan kebanggaan masyarakat Kediri.

Jika seluruh rencana berjalan lancar, Tondowongso akan hadir bukan sekadar nama dalam buku sejarah, melainkan destinasi wisata budaya yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sebuah jendela masa lalu kini kembali dibuka, mengajak generasi masa kini menyelami jejak kejayaan Mataram Kuno di tanah Kediri, sekaligus meneguhkan posisi Kediri sebagai salah satu pusat pariwisata sejarah di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB