Pemangkasan Dana Desa Tekan Program Pembangunan di Tulungagung

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG | AZMEDIA — Alokasi Dana Desa (DD) untuk Kabupaten Tulungagung pada tahun anggaran 2026 disebut mengalami pemangkasan signifikan. Dampaknya, ruang gerak pemerintah desa dalam membiayai pembangunan fisik diprediksi menyempit, karena anggaran yang tersedia lebih banyak terserap untuk program-program prioritas yang bersifat wajib.

Pejabat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung menyampaikan bahwa total DD untuk 257 desa pada 2026 berada di kisaran Rp86 miliar. Penurunan ini, menurutnya, terjadi karena adanya pengalihan/penyesuaian untuk mendukung program KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), dengan besaran pemotongan yang bervariasi pada tiap desa.

“Penurunannya tidak sama, ada yang sekitar 60 persen sampai 70 persen,” jelasnya, Rabu (14/1/2026).

Dengan kondisi tersebut, nominal DD yang diterima desa kini berada pada rentang sekitar Rp276 juta hingga Rp373 juta per desa. Angka ini jauh lebih rendah dibanding pola alokasi sebelumnya yang rata-rata bisa mencapai sekitar Rp1 miliar per desa.

Konsekuensinya, pembangunan infrastruktur desa yang biasanya ditopang DD berpotensi melambat. Pemerintah desa diperkirakan harus mengubah rencana kerja dan menyusun ulang skala prioritas. Sebab, porsi anggaran yang tersedia disebut lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan mandatori seperti penanganan stunting, ketahanan pangan, layanan posyandu, serta program prioritas lain yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Untuk pembangunan fisik kemungkinan akan berkurang. Yang paling mungkin dilakukan hanya pemeliharaan atau perawatan skala kecil,” tambahnya.

Meski demikian, situasi ini juga menjadi pengingat penting soal ketertiban administrasi desa. DPMD mencatat, pada akhir 2025 terdapat 16 desa yang tidak bisa mencairkan DD karena kendala kelengkapan administrasi. Akibatnya, dana yang semestinya masuk ke desa tidak terserap dan kembali ke kas pemerintah pusat.

Baca Juga :  Rencana 1,7 Juta Honorer Diangkat Jadi ASN, Pemerintah Punya Duit?

Nilai anggaran yang tidak tersalurkan itu disebut mencapai sekitar Rp1,9 miliar.

Ke depan, pemerintah desa dituntut lebih adaptif: memastikan tata kelola administrasi rapi agar pencairan tidak tersendat, sekaligus lebih kreatif mencari pola pembangunan yang tetap berjalan meski anggaran menyusut. Kolaborasi antar desa, penguatan BUMDes, swadaya yang terukur, dan kemitraan program lintas sektor dapat menjadi pilihan agar pelayanan dasar tetap terjaga dan pembangunan tidak berhenti total.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB