Pasar Di Tulungagung Mulai Ditinggalkan Pedagang Nya, Satu Mati Total

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Februari 2023 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung, AZMEDIA.CO.ID | Dua pasar di Kabupaten Tulungagung sudah sepi pedagang, bahkan ada satu yang mati total dari kegiatan perekonomian.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung, Hendro Suseno menjelaskan dua pasar yang berkolasi di Desa Sukonyar Kecamatan Pakel atau disebut Pasar Pakel sudah tidak beroperasi dan Pasar Mulyosari yang berlokasi di Desa Mulyosari Kecamatan Pagerwojo kondisinya hampir serupa dengan Pasar Pakel.

Pasalnya, Kondisi Pasar Mulyosari sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan para pedagangnya, lantaran pedagang di pasar tersebut kalah bersaing dengan penjual sayur keliling, yang membuat beberapa pedagang sayur di pasar Mulyosari juga lebih memilih untuk berjualan secara keliling.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut terbukti dengan capaian retribusi Pasar Mulyosari menjadi yang paling rendah, pada tahun 2022 kemarin hanya mampu meraup senilai Rp 6,104 juta.

Baca Juga :  Kasus Getok Harga Kembali Terjadi di Telaga Sarangan, Wisatawan Merasa Dirugikan

Sedangkan untuk Pasar Pakel pedagang lebih memilih untuk berpindah ke Pasar Bandung maupun Pasar Ngrance yang berlokasi di Desa Ngrance Kecamatan Pakel, dan bahkan ada yang lebih memilih berpindah menjadi pedagang sayur keliling.

“Untuk kondisi Pasar Pakel sendiri saat ini sudah benar-benar tidak digunakan untuk aktivitas perekonomian, bisa dibilang mati total, pembeli sendiri lebih suka belanja di Pasar Bandung atau Pasar Ngrance karena disana kebutuhannya lebih lengkap, sehingga pedagangnya semakin sepi dan ditinggalkan,” Jelas Hendro, Selasa (7/2/2023).

Dan atas kondisi tersebut, bahkan plakat bertuliskan Pasar Pakel Disperindag Kabupaten Tulungagung juga sudah dicopot dari tempatnya yang menandakan jika pasar tersebut sudah tidak beroperasi.

Dikarenakan kondisi Pasar Pakel sudah tidak berpenghuni, pihaknya memutuskan untuk mengembalikan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung itu ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)

Baca Juga :  Kenaikan UMK Tulungagung 2026

Selain itu aktivitas perdagangan di pasar tersebut sudah tidak mungkin bisa berjalan, maka pihaknya berencana untuk memanfaatkan pasar tersebut untuk jenis usaha yang lain, seperti untuk display produk UMKM atau disewakan senagai tempat usaha UMKM yang lain seperti halnya street food, jika dilihat memang banyak pasar yang sudah memberlakukan hal demikian agar pasar tetap beroperasi.

“Kedepan untuk Pasar Pakel bakal diusulkan pengembangan UMKM, apalagi saat ini beberapa pedagang UMKM seperti street food itu sudah berjualan disana,” jelasnya.

Kemudian unuuk Pasar Mulyosari yang kondisinya belum separah Pasar Pakel, pihak Disperindag sendiri sedang mengupayakan untuk mengembalikan para pedagang di pasar tersebut, salah satunya dengan rehabilitasi pasar.

“Dinas ada punya anggaran rehabilitasi pasar yang akan dioptimalkan untuk membenahi pasar tersebut dengan harapan bisa menarik kembali para pedagang agar mau berjualan disana,” Tukasnya.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB