Panen Raya di Tulungagung Mundur, Diduga jadi Penyebab Harga Beras Naik

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Maret 2024 - 02:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, AZMEDIA.CO.ID – Panen raya di Kabupaten Tulungagung yang biasa berlangsung pada bulan Maret, kini diprediksi bakal mundur pada bulan April atau Mei 2024.
Pasalnya, hal itu disebabkan dampak kemarau panjang pada tahun 2023 kemarin yang membuat musim tanam mundur, sehingga panen raya di Kabupaten Tulungagung diprediksi mundur.
Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung, Hari Pujianto mengatakan, panen raya tahun 2024 di Kabupaten Tulungagung diyakini akan mundur hingga bulan April atau Mei 2024.
Padahal tahun-tahun sebelumnya, panen raya sendiri selalu berlangsung pada bulan Maret.

Sawah31 1408980203 Panen Raya di Tulungagung Mundur, Diduga jadi Penyebab Harga Beras Naik

Akibat panen raya yang mundur ini, pihaknya meyakini jika kenaikan harga beras yang sempat terjadi di pasaran beberapa pekan terakhir diakibatkan mundurnya panen raya.

Meski saat ini harga beras sudah berangsur turun, namun harganya masih belum bisa sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

“Bisa jadi itu menjadi salah satu penyebab tingginya harga beras. Sedangkan mundurnya panen raya ini karena dampak kemarau panjang,” kata Hari Pujianto, Selasa (19/3/2024).

Dampak kemarau panjang itu, ungkap Hadi, membuat masa tanam petani padi di Tulungagung juga ikut mundur yang mana biasanya mulai tanam pada bulan Januari 2024.

Namun saat itu belum masuk musim penghujan, para petani baru mulai menanam padi pada Februari akhir dan sebagian di bulan Maret.

Meski banyak petani padi yang mundur masa tanamnya, pihaknya mendapati adanya segelintir tanaman padi yang sudah mulai panen meskipun tidak banyak.

Hal itu dikarenakan saluran irigasi pada beberapa wilayah yang terbilang bagus, sehingga kebutuhan air pada ladang terus tercukupi.

“Ada yang dari Januari kemarin sudah mulai tanam, tetapi tidak banyak karena bergantung pada kondisi irigasi disana. Kalau irigasinya bagus, otomatis kebutuhan air untuk ladang tetap terpenuhi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rencana 1,7 Juta Honorer Diangkat Jadi ASN, Pemerintah Punya Duit?

Dengan adanya panen raya nanti, Hari menyebut jika harga beras di pasaran saat ini bisa berangsur semakin turun dan sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah. Mengingat hasil produksi dan stok padi di Tulungagung sangat melimpah dan bisa menstabilkan harga beras di pasaran.

Selain itu, sebenarnya pemerintah saat ini juga sudah berupaya untuk menekan harga beras melalui operasi pasar hingga gelontoran beras murah dari pemerintah.

Pihaknya juga memastikan jika stok beras di Tulungagung masih sangat mencukupi kebutuhan beras bagi masyarakat di Tulungagung.

“Kalau berbicara supply and demand, kita ini suplainya mencapai 10 ribu ton, sedangkan kebutuhan perbulannya hanya 2 ribu ton. Dengan adanya panen raya nanti, otomatis suplai kita meningkat dan bisa menurunkan harga beras,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB