Napiter Lapas Tulungagung Akhirnya Bisa Hirup Udara Segar, Ini Alasannya.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Maret 2024 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, AZMEDIA.CO.ID – Salah seorang narapidana terorisme (Napiter) berinisial WD warga Kecamatan Palangga Kecamatan Gowa Provinsi Sulawesi Selatan akhirnya bisa hirup udara segar pada Selasa (19/3/2024).
Pasalnya, WD dinyatakan bebas setelah mendapat remisi susulan hari raya idul fitri dan hari kemerdekaan 2023.
Kasi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik Giatja), Lapas Kelas IIB Tulungagung, Rizal Arbi Fanani mengatakan, WD merupakan seorang napiter jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD).
Sebelumnya, dia ditahan di Rutan Kelas I Depok Jawa Barat dan akhirnya dipindah ke Lapas Tulungagung.

Bebas1 1656319343 Napiter Lapas Tulungagung Akhirnya Bisa Hirup Udara Segar, Ini Alasannya.

Berdasarkan vonis yang diterima WD, harus menjalami hukuman penjara selama 4 tahun dan baru bisa bebas murni pada Sabtu (2/4/2024) mendatang.

Hanya saja, pada Kamis (29/2/2024) kemarin, WD akhirnya mengucap ikrar setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lapas Tulungagung.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

“WD ini merupakan napiter jaringan JAD yang sebelumnya ditahan di Rutan Kelas I Depok Jawa Barat hingga akhirnya dipindahkan ke Lapas Kelas IIB Tulungagung,” kata Rizal Abdi Fanani, Rabu (20/3/2024).

Usulan remisi itu akhirnya disetujui hingga WD akhirnya bisa bebas beberapa minggu lebih awal dari masa hukumannya.

Diketahui, remisi tersebut diberikan kepada WD pada Kamis (29/3/2024) usai WD secara sadar dan tegas tanpa adanya paksaan mengucap ikrar setia kepada NKRI.

Kemudian, WD secara resmi dilepas oleh petugas Lapas Kelas IIB Tulungagung pada Selasa (19/3/2024) dan dipersilahkan untuk pulang ke kampung halamannya.

Rizal menyebut, sebenarnya usulan pengajuan remisi terhadap napiter WD dilakukan sebelum hari raya idul fitri 2023 kemarin yang saat itu sedang ada remisi hari raya.

Hanya saja, saat itu WD masih belum berikrar mengakui NKRI, sehingga remisi WD ditunda sampai dengan yang bersangkutan berikrar mengakui NKRI.

Pada saat berikrar kemarin, proses ikrar itu turut disaksikan oleh berbagai pihak seperti Densus 88 Anti Teror, Badan Nasional Penangggulangan Terorisme (BNPT) hingga Kemenkum HAM.

Disinggung terkait perilaku WD selama di Lapas Tulungagung, Rizal menjelaskan jika sebelum mengucap ikrar NKRI, WD bersikap baik terhadap petugas.

Setelah WD sudah mengucap ikrar NKRI, dia kemudian bisa membaur dan mau bersosialisasi dengan warga binaan yang lain yang mana dia juga aktif ikut proses pembinaan.

Setelah djnyatakan bebas kemarin, WD kemudian dijemput oleh anggota BNPT untuk diantar ke kampung halamannya di Makassar untuk kembali bersua dengan keluarganya.

Selama perjalanan, WD dikawal oleh petugas TNI, Polri dan unsur pengamanan lain untuk mengantisipasi adanya gangguan pada saat kepulangan WD.

“Kami berharap dengan selesainya WD mengikuti program pembinaan dari Lapas Tulungagung, WD bisa kembali bersosialisasi ke masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB