Mengerikan, Kasus DBD 2024 di Tulungagung sudah Makan Tiga Korban

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Februari 2024 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Tulungagung meningkat tiga kali lipat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sementara ditahun lalu dalam kurun waktu yang sama, jumlah kasus DBD hanya berkisar 15 kasus.
Kepala Bidang (Kabid) Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani mengatakan, jumlah kasus DBD ditahun 2024 ini meningkat sebanyak tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Diketahui tahun ini ada 63 kasus positif DBD yang menyasar masyarakat Tulungagung dalam kurun bulan Januari hingga awal Februari. Padahal ditahun sebelumnya, hanya ada 15 kasus DBD dibulan Januari.
“Ditahun ini kasus DBD meningkat tiga kali lipat, bahkan hampir empat kali lipat,” jelasnya, Rabu (7/2/2024).

mengenali ciri ciri nyamuk aedes aegypti penyebab dbd Mengerikan, Kasus DBD 2024 di Tulungagung sudah Makan Tiga Korban

Peningkatan jumlah kasus DBD yang signifikan ini merupakan sebuah pertanda untuk waspada dalam menghadapi penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Mengingat ditahun sebelumnya, puncak dari kasus DBD terjadi pada bulan Maret.

Baca Juga :  Bagaimana sebenarnya kronologi wanita terlindas KA Gajayana

“Itu warning, peningkatnya signifikan kita harus waspada. Data sebelumnya titik puncak DBD ini terjadi dibulan Maret. Sambil melihat curah hujan,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui dari puluhan kasus tersebut, ada sebanyak 3 korban pasien meninggal akibat mengidap DBD.

Secara rinci, dua pasien meninggal di bulan Januari dan satu pasien meninggal di awal bulan Februari.

Diketahui ketiganya pasien ini meninggal lantaran keterlambatan dalam memperoleh penanganan medis.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Gelar Workshop Satu Data untuk Tingkatkan Kualitas Perencanaan Daerah

“Sejauh ini ada tiga, dua dibulan Januari dan satu dibulan Februari. Rata-rata keterlambatan memperoleh penanganan medis, sudah akut baru dibawa ke faskes,” paparnya.

Kemudian untuk wilayah-wilayah kasus DBD ini menyasar empat kecamatan di Tulungagung. Seperti di Kecamatan Bandung, Sumbergempol, Ngantru dan Tulungagung.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga telah menerapkan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tak hanya itu, penggunaan lotion anti nyamuk sangat disarankan sebelum berpergian ke luar.

“Bisa dibilang kita saat ini kecolongan, karena pada akhir Desember 2023 kemarin kita sudah melakukan antisipasi dengan melakukan PSN,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB