Mengapa Jatah Bedah Rumah di Kabupaten Tulungagung Turun Drastis,Ini Alasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 2 Februari 2024 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-Jatah bantuan bedah rumah untuk masyarakat Kaupaten Tulungagung pada tahun 2024 ini mengalami penurunan drastis jika dibandingkan tahun sebelumya.
Sedangkan dari catatan koran ini, pada tahun 2023 kemarin total ada 356 bantuan bedah rumah untuk masyarakat Kabupaten Tulungagung. Sumber pendanaannya ada dua macam.
Pertama adalah dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Tulungagung sebanyak 120 bantuan, kedua ada dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebanyak 236 bantuan bedah rumah melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSBS).

RTLH3 1945381475 Mengapa Jatah Bedah Rumah di Kabupaten Tulungagung Turun Drastis,Ini Alasannya

Kepala Dinas Perkim Tulungagung, Anang Pratistianto menjelaskan diawal tahun ini sudah ada anggaran sebesar Rp1,3 miliar (M) dari APBD Tulungagung untuk 68 bantuan bedah rumah.

Setiap penerima manfaat, akan mendapatkan bantuan dana sebesar 20 juta untuk memperbaiki rumahnya agar menjadi rumah yang layak huni.

Puluhan bantuan tersebut akan diberikan untuk membangun rumah tidak layak huni (RTLH) yang didalamnya terdapat anak yang stunting.

Itu merupakan bentuk intervensi dari Dinas Perkim Tulungagung untuk menurunkan angka stunting di Bumi Lawadan ini.

“Mungkin saja ara-gara rumahnya tidak layak, sehingga ada anak yang stunting. Makanya tahun ini fokus kita adalah rumah yang ada lokus stuntingnya,” ungkap Anang.

Dia mengakui jumlah bantuan bedah rumah tahun ini sangat jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Faktornya, karena Tulungagung masih belum mendapatkan alokasi bantuan bedah rumah dari program BSBS yang pendanaannya bersumber dari APBN.

Diawal tahun berjalan seperti saat ini, program BSBS memang belum muncul dan biasanya. Bantuan itu biasanya akan muncul pada pertengahan tahun.

“Jumlahnya menurun sampai ratusan itu karena kita belum mendapatkan bantuan anggaran untuk bedah rumah dari program BSBS. Diawal tahun ini, program tersebut memang masih belum muncul,” katanya.

Tulungagung sendiri masih berpeluang mendapatkan tambahan dana dari negara untuk program bedah rumah itu.

Baca Juga :  Bulan Ramadan, Jajanan Pasar di Tulungagung Ludes Diborong Masyarakat

Anang memastikan database RTLH di Tulungagung sudah dikirimkan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan persetujuan berapa alokasi bantuan yang diberikan.

“Program BSBS itu sudah ada databasenya tersendiri yang ada di pemerintah pusat sana. Kita sudah memasukkan database RTLH di Tulungagung, mereka (pemerintah pusat) tinggal meluncurkannya,” bebernya.

Diketahui, bantuan bedah rumah sangat dibutuhkan untuk Tulungagung. Karena sampai saat ini, setidaknya masih ada sekitar 5.000 rumah yang tergolong RTLH dan belum tertangani. Ribuan rumah itu tersebar di seluruh wilayah Tulungagung.

“Data kita masih ada sekitar 5000 RTLH yang belum tertangani,” pungkas Anang.***

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB