LAMBAN SEPERTI SIPUT, OKNUM Polsek Kedungwaru DINILAI GAGAL AMANKAN TKP TABRAK LARI

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung, AZMEDIA.CO.ID — Jika kecepatan adalah kunci pengungkapan perkara, maka penanganan tabrak lari di Desa Simo layak masuk kategori olahraga santai: bukan sprint, bukan lari cepat—lebih mirip jalan sore sambil menunggu senja.

Korban sudah lebih dulu ditolong warga, darah lebih dulu dibersihkan hujan dan debu, saksi lebih dulu pulang karena esok harus bekerja. Sementara itu, proses TPTKP datang dengan tempo yang nyaris filosofis: tenang, perlahan, seolah waktu adalah barang yang tak pernah habis.

Ironisnya, di tengah kondisi korban yang masih tergeletak kesakitan, aparat justru terlihat lebih sibuk berfoto-foto di sekitar lokasi kejadian tanpa langkah pengamanan berarti, tanpa tindakan cepat yang mencerminkan situasi darurat. TKP seakan berubah menjadi latar dokumentasi, bukan ruang pembuktian hukum.

Aspal yang semestinya berbicara lewat jejak rem dan serpihan kendaraan keburu bisu. Bukti yang mestinya dikunci sejak menit awal malah menguap seperti uap kopi di warung pojok. Yang tersisa hanya cerita lisan — bahan rapuh yang biasanya kalah telak di meja hukum.

Dalam teori penegakan hukum modern, TKP adalah jantung perkara. Tanpa pengamanan cepat, kasus berubah dari investigasi menjadi spekulasi. Namun yang terlihat di Simo justru sebaliknya: TKP dibiarkan jadi ruang publik bebas keluar masuk, seolah ini bukan peristiwa pidana, melainkan tontonan warga.

Satirnya, nanti publik mungkin akan mendengar kalimat klasik:
“Pelaku belum teridentifikasi karena minim bukti.”

Padahal bukti tidak hilang sendiri.
Ia biasanya pergi karena dibiarkan.

Baca Juga :  Benarkah Indonesia Akan Alami Suhu Panas pada 27 Februari-4 Maret?

Secara sosiologis, pola lamban seperti ini menciptakan pesan tak tertulis: tabrak lalu kabur bukan perkara genting. Risiko rendah, peluang lolos tinggi. Dalam bahasa kriminologi, ini disebut efek permisif struktural — ketika kelengahan sistem justru menjadi karpet merah bagi pelaku.

Warga Desa Simo kini tak lagi berharap banyak pada kecepatan, hanya pada keseriusan. Sebab keadilan yang datang terlambat sering kali berubah bentuk menjadi sekadar arsip laporan.

Direktur AZMEDIA yang kebetulan ada di lokasi kejadian menegaskan secara lugas namun beradab:

“Bukan korban yang terlalu cepat ditolong — proses hukumnya yang terlalu lambat mengejar kejahatan.”

Jika TPTKP terus berjalan santai sementara pelaku berlari kencang, maka lomba ini sudah bisa ditebak pemenangnya.
Dan sayangnya, bukan hukum.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:09 WIB

LAMBAN SEPERTI SIPUT, OKNUM Polsek Kedungwaru DINILAI GAGAL AMANKAN TKP TABRAK LARI

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB