Kisah Sukses Rifqi Firmansyah, Menjajaki Bisnis Di Usia 26 Tahun, Hanya Bermodal Rp 15 Juta, Kini Miliki Brand Pakan Ternak Sendiri.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Maret 2024 - 02:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, AZMEDIA.CO.ID – Menjalankan bisnis di berbagai wilayah tentu bukan perkara gampang. Butuh inovasi, sikap ulet, dan kemampuan untuk membangun kepercayaan bagi orang sekitar.
Mengawali perbincangan, Rifqi mengambil kuliah jurusan teknik mesin di Universitas Brawijaya (UB) pada 2010 lalu.

20240321 091200 0000 3208368567 Kisah Sukses Rifqi Firmansyah, Menjajaki Bisnis Di Usia 26 Tahun, Hanya Bermodal Rp 15 Juta, Kini Miliki Brand Pakan Ternak Sendiri.

Dua tahun berselang, dia memberanikan diri untuk mengambil jurusan hubungan internasional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Ketertarikannya pada dunia pendidikan jadi alasan kenapa dia mengambil dua mata kuliah sekaligus di dua kampus yang berbeda.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mentas dari bangku kuliah, dia mulai merintis bisnis pakan ternak. Tepatnya pada 2018 lalu.

“Lalu, pada 2020, saya mulai buat brand pakan ternak sendiri. Alhamdulillah, saat ini sudah tersebar di masyarakat di berbagai wilayah. Itu adalah konsentrat untuk penggemukan sapi dan kambing,” sebutnya.

Meski bisnisnya kini makin berkembang, Rifqi menegaskan bahwa tak banyak orang tahu jatuh bangun yang dia alami di masa awal dia membangun bisnis.

Saat itu, dia hanya bermodal nekat dan uang senilai Rp 15 juta. Tapi, dia percaya bahwa bisnis tak melulu soal nominal.

“Banyak yang ndak tahu susahnya membangun bisnis. Memang susah, tapi yang terpenting jangan bicara modal dulu. Kalaupun punya modal tapi tidak ada pandangan bisnis, ya percuma. Yang penting, terus inovasi, jujur, dan ulet. Yang saya utamakan adalah kepercayaan. Karena itu, saya bisa mulai bisnis dengan modal seadanya. Karena saya juga menggandeng rekanan,” bebernya.

Baca Juga :  HIPMI Berencana Munculkan Tokoh Muda di Pilkada Tulungagung.

Waktu berlalu. Rifqi mulai berani membuka bisnis anyar di sejumlah wilayah lain. Dari sana, dia menjalin banyak koneksi, baik di tingkat regional hingga pusat. Saat kembali ke Kota Marmer, dia coba membeli satu unit usaha kolam renang.

Begitu mencapai kata sepakat, dia coba mengubah konsep kolam renang yang bisa diakses oleh semua kalangan.

Kepekaannya dalam melihat kondisi di masyarakat membuka pikirannya. Itu juga didasari oleh keinginannya untuk membuat Tulungagung, tempat kelahirannya, jadi lebih baik.

Usai mempertimbangkan banyak hal, Rifqi memutuskan untuk ikut dalam kontestasi pemilihan bupati Tulungagung di penghujung tahun ini.

Menurutya, adanya anggapan bahwa orang dengan latar belakang pebisnis kurang cocok terjun ke dunia politik sah-sah saja. Justru dia ingin membuktikan bahwa Tulugagung bisa berbenah jika dipimpin oleh sosok pemuda yang progresif.

Baca Juga :  Salah Satu Fitur IOS17 Ada Yang Dianggap Berbahaya

“Dulu saya pernah bertanya ke rektor saya di UMM tentang makna kehidupan. Beliau menjawab bahwa kita hidup di dunia ini hanya sekali. Setidaknya yang kita lakukan bisa bermakna dan berkontribusi bagi orang lain. Dari sana, saya termotivasi untuk bermanfaat bagi masyarakat yang lebih luas,” tegasnya.
Laki-laki yang berdomisili di Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung, ini mengungkapkan bahwa pola pemerintahan yang ada saat ini sudah cukup baik.

Tapi, kurang terarah untuk menggaet investor masuk ke Tulungagung. Padahal, keberadaan investor bisa mendorong peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

Rifqi menilai, wajah kota ini perlu dipoles dan pemerintah perlu melakukan langkah progresif agar investor tertarik untuk berbisnis di Tulungagung.

“Saya banyak bergaul dengan pelaku usaha di pusat. Nah, investor tidak datang ujuk-ujuk, tapi by design. Mereka pasti lihat kelayakan kita,” ucapnya.

Hal ini bisa dilakukan dengan mulai membuat rencana jangka panjang atas pembangunan daerah yang bersinergi di tingkat kota/kabupaten, provinsi, hingga pusat.

“Misal, tol akan masuk Tulungagung. Jangan sampai pengguna jalan tol hanya lewat, tapi harus kita pastikan mereka singgah di sini. Dengan begitu, ada uang yang masuk dan ini akan membuat perputaran ekonomi di Tulungagung jadi lebih baik,” tandasnya.***

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB