Kasus Demam Berdarah Naik, Dinas Kesehatan Tulungagung Fogging

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Maret 2024 - 03:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, AZMEDIA.CO.ID – Sebanyak 236 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung mencatat pada Januari 2024 ada 56 kasus dan 2 orang meninggal dunia.
WhatsApp Image 2024 03 21 at 10.37.42 Kasus Demam Berdarah Naik, Dinas Kesehatan Tulungagung Fogging

Pada bulan Pebruari terjadi peningkatan. Ada 57 kasus dan 3 orang meninggal. Sementara itu hingga Senin, 18 Maret 2024 ada sebanyak 123 kasus dan 1 orang meninggal.

“Terutama kasus DBD Dengue biasanya meningkat setelah musim hujan, kemudian ada genangan air bersih, dan di situlah ada tampungan dari genangan air tersebut yang jadi tempat berkembang biaknya dari nyamuk Aedes Aegypti,” kata Desi, Kamis (21/3/2024).

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mencegah agar tidak terjadi peningkatan kasus , Dinkes gencar melakukan fogging.

Menurutnya ,fogging dilakukan Ketika ada kasus laporan dari Rumah sakit ,Puskesmas atau Klinik yang merawat pasien DBD. Bisa juga Ketika dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) ada sumber penular (jentik). Ketika ada tanda atau gejala DBD di lingkungan pasien tesebut mengalami panas atau demam dan Ketika akan atau sudah dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) oleh warga secara mandiri.

Baca Juga :  Stunting sempat Naik di Tulungagung, Dinkes Sebut Alasan Persentase Bisa Meningkat
“Sebagai upaya pencegahan disarankan untuk menjaga kebersihan lingkungan, menimbun barang bekas yang tidak terpakai, menghilangkan genangan air dan menaburkan bubuk abate.” Pungkasnya

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB