Investasi Tulungagung Lampaui Batas Minimal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA— Perkembangan investasi di Kabupaten Tulungagung terus menunjukkan kecenderungan positif hingga mendekati akhir tahun 2025. Aktivitas penanaman modal di daerah ini dinilai bergerak stabil dan berada di jalur yang cukup menggembirakan.

Berdasarkan catatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tulungagung, realisasi investasi hingga periode triwulan ketiga telah melampaui target proporsional yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Capaian tersebut mencerminkan kinerja investasi yang relatif baik dibandingkan dengan perencanaan waktu tahunan.

Kepala DPMPTSP Tulungagung, Imroatul Mufidah, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pemerintah daerah menargetkan nilai investasi sebesar Rp545 miliar. Target tersebut merupakan gabungan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga akhir September 2025, realisasi investasi tercatat mencapai sekitar Rp447,7 miliar. Jika dihitung secara persentase, angka tersebut setara dengan sekitar 82 persen dari total target tahunan.

Baca Juga :  Pengguna Parkir TJU Dipungut Rp5.000, Dishub Tulungagung Nyatakan Parkir Ilegal

“Untuk triwulan ketiga, realisasi seharusnya berada di kisaran 75 persen. Namun capaian kita sudah melampaui angka tersebut, yakni sekitar 82 persen,” jelas Imroatul.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa roda perekonomian di Tulungagung masih bergerak cukup stabil, dengan kontribusi dari berbagai sektor usaha. Aktivitas investasi tidak hanya ditopang oleh pelaku usaha skala besar, tetapi juga oleh sektor usaha mikro dan kecil yang tetap aktif sepanjang tahun.

Namun demikian, struktur investasi yang masuk masih didominasi oleh modal domestik. Berdasarkan data DPMPTSP, penanaman modal dalam negeri masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total realisasi investasi di Tulungagung.

Imroatul merinci bahwa dalam komposisi PMDN, sektor non-UMK memberikan kontribusi paling besar dengan nilai mencapai sekitar Rp255,8 miliar. Sementara itu, sektor UMK menyumbang investasi sebesar kurang lebih Rp174,9 miliar.

Berbeda dengan PMDN, kontribusi penanaman modal asing hingga saat ini masih relatif kecil. Nilai PMA yang masuk ke Tulungagung tercatat hanya sekitar Rp16,9 miliar, jauh di bawah capaian daerah lain di Jawa Timur.

Baca Juga :  204 SK PPPK Formasi 2024 Diserahkan Wakil Bupati Kediri, Begini Pesan Mas Dhito

“Memang untuk PMA, angkanya masih sangat kecil dibandingkan dengan PMDN. Ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami,” ungkapnya.

Di sisi lain, meskipun realisasi investasi menunjukkan tren yang cukup baik, DPMPTSP mengakui masih menghadapi kendala dalam aspek administrasi dan pelaporan. Tantangan utama saat ini bukan terletak pada minimnya aktivitas investasi, melainkan pada tingkat kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Menurut Imroatul, masih terdapat investor yang belum secara rutin dan tertib melaporkan aktivitas investasinya, padahal kewajiban tersebut telah diatur secara jelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.

“Realisasi investasi yang tercatat dalam LKPM sangat bergantung pada kesadaran dan kepatuhan investor dalam melaporkan kegiatan penanaman modalnya,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional
Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital
Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS
Menyiapkan Generasi Digital: Depok Dorong Pembelajaran AI dan Coding di Sekolah
Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga
Dari Dapur Palembang ke Pasar Dunia: Strategi Produk Pempek Halal Tembus Ekspor
Investasi di Tulungagung Diproyeksi Naik 2026, Perikanan Kian Jadi Magnet
Petani Jamur Tiram di Kota Kediri Jadi Sorotan Srikandi DKPP, Budidaya Baglog Raup Jutaan Rupiah per Bulan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:49 WIB

Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:52 WIB

Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:27 WIB

Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:40 WIB

Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:24 WIB

Dari Dapur Palembang ke Pasar Dunia: Strategi Produk Pempek Halal Tembus Ekspor

Berita Terbaru