AZMEDIA — Proses pemulihan layanan internet di Aceh menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa hari terakhir. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa tingkat pemulihan jaringan kini telah mencapai sekitar 73,5 persen, meskipun pasokan listrik masih menjadi kendala utama di sejumlah lokasi yang belum kembali beroperasi normal.
Meutya menjelaskan, kondisi jaringan di provinsi lain di Sumatra relatif lebih stabil. Di Sumatera Barat, hampir seluruh menara base transceiver station (BTS) telah kembali aktif dengan tingkat operasional mendekati 99 persen. Sementara di Sumatera Utara, capaian pemulihan BTS berada di kisaran 97 hingga 98 persen.
Adapun di Aceh, lonjakan pemulihan terjadi dalam rentang waktu singkat. Dalam kurun satu hari, tingkat BTS yang kembali mengudara meningkat signifikan dari kisaran 50 persen menjadi lebih dari 73 persen. Menurut Meutya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan para operator telekomunikasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, sejumlah wilayah masih terdampak gangguan layanan, di antaranya Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues. Pemerintah berharap pemulihan jaringan akan terus bergerak naik seiring percepatan penanganan di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengungkapkan bahwa persoalan kelistrikan menjadi hambatan terbesar dalam proses pemulihan jaringan di Aceh. Ia menyebut banyak infrastruktur transmisi listrik, termasuk menara SUTET, yang mengalami kerusakan parah dan belum dapat difungsikan kembali.
Selain itu, integrasi dengan pembangkit listrik setempat juga belum sepenuhnya pulih. Hingga saat ini, masih terdapat beberapa pembangkit yang belum dapat beroperasi normal. Gangguan juga terjadi pada jalur transportasi jaringan, di mana sejumlah kabel serat optik mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Telkomsel bersama pemangku kepentingan terkait menerapkan berbagai langkah percepatan, mulai dari pemanfaatan genset sebagai sumber listrik sementara hingga penggunaan teknologi satelit dan penyiapan jalur alternatif kabel bawah laut.
Sebelumnya, pada pertengahan Desember, Meutya menyatakan bahwa pemulihan jaringan di Aceh masih berada di angka 50 persen. Namun, dari sisi infrastruktur, perbaikan menara BTS saat itu telah mencapai sekitar 87 persen, sehingga menjadi dasar percepatan pemulihan layanan dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan akan terus mengawal pemulihan infrastruktur telekomunikasi, khususnya di wilayah-wilayah terdampak bencana, guna memastikan akses komunikasi masyarakat kembali normal secara bertahap.













