Di Luar Nalar,Monyet- monyet di Makam Ngujang Tulungagung Jelmaan Manusia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Februari 2024 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-Pengguna jalan raya arah Tulungagung-Kediri tentu tidak asing lagi dengan Jembatan Ngujang satu.
Saat melewati jembatan Ngunjang satu, kadang ada pemandangan yang unik. Itu adalah keberadaan kawanan monyet yang duduk-duduk di pinggir jalan.
Namun pernahkah terbesit dari mana asal usul monyet-monyet tersebut? berikut penjelasan dari Juru Kunci Makam NgujangRibut Katenan.

monyet ngujang tulungagung hidup di tengah kuburan 8 43 Di Luar Nalar,Monyet- monyet di Makam Ngujang Tulungagung Jelmaan Manusia

Menurut Ribut Katenan, asal-usul monyet Ngujang ini memiliki beberapa versi legenda atau cerita rakyat.

“Ini berkaitan dengan desa, legenda desa,” ungkap Juru Kunci Makam Ngujang Ribut Katenan,

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang pertama, istilah Ngujang berasal dari paduan kata Ngu dan Jang. Ngu itu nama tempat, dan Jang itu merupakan Wejangan.

Baca Juga :  Pemkab Tulungagung Dapat Desain Cungkup Hasil Sayembara

“Kemudian saat Sunan Kalijaga mengajarkan agama di tempat sini, itu ada suara kera,”

“Maka untuk mengingat-ingat kalau desa ini ramai, maka dinamakan dengan nama Ngujang. Jadi kera ini ada sebelum desa ini ada,” tutur Ribut Katenan.

Selanjutnya versi kedua, kata Ribut Katenan, disaat Sunan Kalijaga menyebarkan agama Islam, ada beberapa santri yang membandel tidak ikut belajar agama Islam dan lebih memilih bermain.

“Ketika Sunan Kalijaga menyebarkan agama Islam, ada santriwan dan santriwati yang naik ke pohon. Terujarlah Sunan Kalijaga kepada para santri, yang lain pada belajar agama kok malah naik ke pohon seperti kera,”

Dan kata atau sabda dari seorang sunan bisa menjadi kenyataan. Bisa jadi, kera-kera yang ada di sini merupakan manusia,” ucap Ribut Katenan.

Baca Juga :  Pj Bupati Tulungagung Buka Puasa Bersama Camat dan Kepala Desa/Kelurahan se Kecamatan Tulungagung

Sedangkan versi ketiga, masih kata Ribut Katenan, monyet-monyet Ngujang merupakan jelmaan dari orang-orang yang melakukan praktik pesugihan.

Terlepas cerita rakyat tersebut, Ribut Katenan mengatakan, versi mana yang benar, begitupun versi-versi yang di luar nalar, itu belum bisa dipastikan.

“Terkait mana cerita itu yang benar, tergantung Allah yang menerimanya,” tuturnya.

Ribut Katenan mengaku, jika jika ada yang bilang monyet Ngujang itu gaib, tentu hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya.

Namun monyet Ngujang ini bisa dilihat oleh semua orang, yang berarti monyet-monyet ini bukan gaib.

“Jadi yang jelas, kera ini adalah kera biasa bukan kera gaib,” ucapnya.**

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB