Dari Viral ke Aksi Nyata: LMDH Jaga Telaga Buret, Dorong Kesadaran dan Sanksi Tegas

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA – Kawasan wisata alam Telaga Buret di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, kembali menghadapi masalah berulang: sampah liar yang datang dari oknum tak bertanggung jawab.

Peristiwa terbaru terjadi Minggu dini hari, ketika seorang warga yang disebut berasal dari Kecamatan Tanggunggunung diduga tertangkap tangan membuang sampah di area depan kawasan Telaga Buret. Kejadian itu terekam video, lalu menyebar luas di media sosial dan memantik respons warganet.

Aksi tersebut diketahui saat anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Sidodadi melakukan pemantauan di sekitar telaga. Penjagaan memang belakangan diperketat karena pembuangan sampah sembarangan disebut kian sering terjadi, terutama pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.

Ketua LMDH Wono Sidodadi, Karsi Nerro Sutamrin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menuturkan, pihaknya merasa prihatin sekaligus lelah karena lokasi yang seharusnya dijaga bersama justru berulang kali dijadikan “tempat buang” oleh oknum tertentu.

“Kami beberapa hari ini berjaga. Hampir setiap hari selalu ada sampah baru. Ini bukan kejadian sekali,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kelestarian serta citra Telaga Buret sebagai destinasi wisata alam yang memiliki nilai kultural bagi warga sekitar. Di sisi lain, warga bersama LMDH selama ini rutin bergotong royong membersihkan area telaga secara swadaya.

“Kalau hari ini dibersihkan, besoknya sudah kotor lagi. Capek, tapi telaga ini tetap harus dijaga,” tegasnya.

Baca Juga :  Indonesia Memimpin Etika Digital: Grok Diblokir Sementara Demi Perlindungan Publik

Video penindakan tersebut memunculkan beragam komentar dari warganet. Banyak yang menilai rendahnya kesadaran lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah, apalagi di kawasan wisata dan konservasi yang seharusnya dijaga bersama.

Karsi berharap kejadian ini bisa menjadi titik balik untuk memperkuat kepedulian publik. Ia juga mendorong keterlibatan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta aparat terkait agar ada pengawasan konsisten dan tindakan tegas yang menimbulkan efek jera.

“Kalau tidak ada sanksi dan pengawasan bersama, masalah ini tidak akan selesai. Harapan kami Telaga Buret tetap bersih, lestari, dan nyaman untuk dikunjungi,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB