Dari Hobi Ngopi Jadi Cuan: Coffee Shop Rumahan Pasutri Blitar Laris via Medsos

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA— Sepasang suami-istri di Kota Blitar memilih jalan kreatif untuk menambah pemasukan keluarga. Bahtiar (31) bersama istrinya Nunik Yuliana (39) memanfaatkan ruang yang ada di rumah: dapur sederhana mereka di Perum Widuri, Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo disulap menjadi coffee shop rumahan yang melayani pesanan harian.

Usaha tersebut mereka rintis sekitar setahun terakhir. Alih-alih membuka kedai di ruko, pasangan ini menata dapur kecil menjadi area produksi yang lebih tertata. Sebuah meja bar dipasang sebagai tempat meracik minuman, sehingga proses pembuatan kopi untuk pelanggan bisa berjalan lebih rapi dan cepat.

Bahtiar bercerita, ide memulai usaha muncul dari kebiasaan mereka menikmati kopi. Dari hobi itu, mereka perlahan belajar resep dan teknik racik yang sesuai selera pelanggan. “Awalnya karena sama-sama suka ngopi. Dari situ kepikiran kenapa tidak coba bikin usaha sendiri di rumah,” ujarnya saat ditemui pada Minggu (25/1/2026).

Sebelum memulai, Bahtiar sempat merasa ragu karena tidak memiliki lahan khusus untuk membuka kedai, terlebih rumah mereka berada di kawasan perumahan yang cukup jauh dari pusat keramaian. Setelah berdiskusi, keduanya sepakat bahwa kunci usaha bukan hanya lokasi, melainkan strategi pemasaran.

Mereka pun menitikberatkan promosi lewat media sosial. Konten-konten sederhana namun menarik menjadi pintu masuk agar produk dikenal. Sistem penjualan juga dibuat menyesuaikan kondisi rumah, yakni fokus pada take away dan pesanan online.

Pelanggan dapat memesan melalui WhatsApp, lalu pesanan diantar. Selain itu, produk mereka juga didaftarkan ke aplikasi layanan pesan-antar agar jangkauan pembeli lebih luas. Strategi ini perlahan membuahkan hasil. Bahtiar menyebut, pesanan datang cukup stabil dan cenderung meningkat.

Baca Juga :  Di Balik Angka APBD Tulungagung: Krisis Etika dan Keberanian Politik

“Alhamdulillah, meski konsepnya rumahan dan mayoritas online, rata-rata bisa sampai sekitar 50 cup per hari. Paling banyak dari aplikasi pesan antar,” kata Bahtiar.

Bagi keluarga kecil ini, usaha rumahan memberi dua keuntungan sekaligus: pemasukan tambahan tetap berjalan, sementara aktivitas keluarga tidak harus ditinggalkan. Mereka masih bisa membagi waktu untuk mengurus dua anak di rumah, tanpa mengorbankan produktivitas.

Bahtiar menilai model usaha seperti ini bisa jadi contoh bagi keluarga lain yang ingin memulai dari modal terbatas. Dengan memaksimalkan ruang rumah, menjaga kualitas produk, serta konsisten membangun pasar lewat digital, usaha kecil pun berpeluang tumbuh.

Kisah pasutri Blitar ini menunjukkan bahwa inspirasi usaha tidak selalu berawal dari tempat besar. Terkadang, peluang justru muncul dari ruang paling dekat—dapur rumah—ketika dipadukan dengan keberanian mencoba, strategi online, dan konsistensi melayani pelanggan.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB