Curhat Pedagang Kembang Api: Pembeli Sepi, Tak Seramai Tahun Lalu

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA | Jakarta — Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, sejumlah pedagang kembang api di Pasar Asemka, Jakarta Barat, mengeluhkan penurunan omzet penjualan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya pulih serta kebijakan pembatasan perayaan kembang api diduga menjadi faktor utama sepinya pembeli.

Salah satu pedagang, Iki, mengaku penjualan kembang api tahun ini jauh dari ekspektasi. Aktivitas jual beli yang biasanya meningkat sejak sepekan sebelum malam tahun baru justru terasa landai.

“Biasa aja sih, cenderung sepi semingguan ini. Padahal biasanya seminggu jelang tahun baru rame yang beli,” ujar Iki saat ditemui, Rabu (31/12).

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbeda dari pedagang lain, Iki menjual kembang api dalam bentuk paket berisi lima kotak. Untuk ukuran sedang, ia mematok harga Rp20 ribu per paket, sementara ukuran besar dijual Rp35 ribu per paket. Ia membandingkan capaian penjualan tahun lalu yang bisa mencapai 5–10 paket per hari, dengan kondisi tahun ini yang hanya mampu menjual sekitar 2–5 paket per hari.

Baca Juga :  Turnamen E-Sport Jadi Event Yang Dielu-Elukan Di Festival Pelajar SMK NU Tulungagung

“Dulu mah sehari bisa 5–10 paket bahkan lebih. Sekarang ya alhamdulillah, 2–5 paket juga sudah disyukuri,” tuturnya.

Selain kembang api, Iki juga menjajakan petasan banting seharga Rp10 ribu untuk tiga kotak, serta petasan ukuran sedang dengan harga Rp30 ribu. Meski demikian, ia mencatat adanya sedikit peningkatan pembeli pada hari terakhir tahun 2025.

“Hari ini lumayan lebih rame dibanding tiga hari kemarin. Mungkin karena sudah hari terakhir, semoga nanti malam bisa lebih laku lagi,” katanya.

Baca Juga :  Tendangan Brutal Cemari Laga Putra Jaya vs Perseta, Asprov PSSI Jatim Siapkan Sanksi Tambahan

Keluhan serupa disampaikan Joni, pedagang kembang api lainnya di lokasi yang sama. Ia menyebut penjualan tahun ini sangat tipis bila dibandingkan periode akhir tahun sebelumnya.

“Kemarin paling laku 10 kotak. Beda jauh banget kalau dibandingkan tahun lalu,” ujar Joni.

Meski penjualan belum menggembirakan, Joni tetap menyimpan harapan pada momen malam pergantian tahun. Ia berharap lonjakan pembeli masih terjadi menjelang tengah malam.

“Doain aja ya, semoga jelang malam nanti bisa lebih banyak yang kebeli,” ucapnya.

Penurunan daya beli yang dirasakan para pedagang kembang api di Pasar Asemka menjadi cerminan tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat, sekaligus menandai perubahan pola perayaan tahun baru di ibu kota.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB