BPBD Kota Kediri Bentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana di SMAN 2 Kota Kediri

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Desember 2023 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMAN 2 Kota Kediri.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Indun Munawaroh menjelaskan, dasar hukum pelaksanaan SPAB mengacu pada Permendikbud nomor 33 tahun 2019.
Dalam Permendikbud dijelaskan tujuan pelaksanaan SPAB untuk meningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di satuan pendidikan.

IMG 6550 BPBD Kota Kediri Bentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana di SMAN 2 Kota Kediri

Indun menambahkan hingga tahun 2023 telah merealisasikan pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk 3 sekolah di Kota Kediri.

“Sesuai renstra atau rencana strategis untuk pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana setiap tahun kita targetkan satu sekolah. Di Kota Kediri hingga tahun ini kita sudah membentuk SPAB di 3 sekolah diantaranya SDN Betet 1, SMAN 5 Taruna Brawijaya dan SMAN 2 Kediri,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan SPAB dipandu narasumber yang kompeten di bidang pemetaan, kebencanaan, dan izin lingkungan. Selain juga mengundang semua satuan pendidikan di Kota Kediri melalui zoom meeting.

Baca Juga :  Sachet Murah, Ongkos Mahal: Beban Produk Sekali Pakai Menghantui Sungai Brantas Kediri–Tulungagung

“Untuk tenaga pendidik di semua jenjang pendidikan kita undang untuk mengikuti kegiatan kami melalui zoom meeting agar masing-masing sekolah mengetahui bagaimana membentuk SPAB dan cara mengkaji risiko kebencanaan yang ada di sekolahan secara mandiri,” tuturnya.

Perihal SPAB masuk dalam kurikulum sekolah masih berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Cabang Wilayah Kota Kediri dan Dinas Pendidikan Kota Kediri.

“Untuk bisa masuk kurikulum masih membutuhkan proses karena masing-masing wilayah harus membentuk sekretaris bersama, namun kita mengupayakan agar program ini bisa masuk kurikulum,” ujarnya.

Diharapkan SPAB dapat diterapkan di semua jenjang pendidikan di Kota Kediri sehingga dapat meminimalisir atau mengurangi risiko apabila terjadi bencana.

Sementara Zela Septikasari, salah satu narasumber menjelaskan, untuk mewujudkan SPAB di satuan pendidikan sekolah harus menerapkan tiga pilar diantaranya fasilitas sekolah yang aman.

Baca Juga :  19 Kecamatan di Tulungagung Masuk Kawasan Kumuh, Luasnya Mencapai 500 Hektare

Selain itu manajemen risiko bencana di sekolah dan Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana.

Peserta dibekali materi tentang kajian risiko bencana, rencana aksi sekolah,  program penanggulangan bencana sekolah, pembuatan sistem peringatan dini, rencana evakuasi, prosedur tetap tanggap darurat bencana, hingga simulasi bencana dan integrasi pendidikan bencana dalam satuan pendidikan.

Sementara Wakil Kepala Humas SMAN 2 Kediri, Achmad Yusuf mengatakan, sekolah akan memperhatikan kenyamanan, melindungi keamanan dan keselamatan seluruh warga sekolah dari dampak buruk bencana.

Selain itu juga memastikan keberlangsungan layanan pendidikan dalam situasi darurat dan memulihkan kembali fungsi sekolah pasca bencana.

“Dengan diselenggarakan SPAB kami berharap dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan seluruh warga sekolah saat darurat, memiliki manajemen risiko yang partisipatif, memiliki perencanaan kesinambungan pendidikan, memiliki standar operasional prosedur (SOP),” jelasnya.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB