Benarkah Indonesia Akan Alami Suhu Panas pada 27 Februari-4 Maret?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Februari 2024 - 06:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-Media sosial X diramaikan dengan unggahan bernarasi Indonesia akan dilanda suhu panas pada 27 Februari-4 Maret 2024. Narasi tersebut diunggah oleh akun ini di media sosial X (Twitter) pada Minggu (18/2/2024). Akun itu menuliskan, terjadinya suhu panas pada periode tersebut disebabkan oleh Zenith yang berada tepat di atas Pulau Jawa. Saat ini, lanjut pengunggah, gerak semu Matahari sudah mendekati Zenith Pulau Jawa. “Siap2 memasuki fase suhu panas ngentang2.Jualan es ramai kembali,” cuit pengunggah.

IMG 7177 Benarkah Indonesia Akan Alami Suhu Panas pada 27 Februari-4 Maret?

Hingga Senin (19/2/2024), unggahan bernarasi Indonesia akan dilanda suhu panas pda 27 Februari-4 Maret 2024 sudah ditayangkan sebanyak 1,2 juta kali. Lantas, benarkah Indonesia akan mengalami suhu panas pada 27 Februari-4 Maret 2024?

Penjelasan BMKG Menanggapi hal itu, Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto mengatakan, sesuai gerak semu Matahari, posisi Zenith memang berada di atas Pulau Jawa.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun, titik ekuator Indonesia berada di lintang nol derajat. Gerak semu Matahari sudah masuk wilayah Indonesia diprakirakan 21 Februari sampai dengan 4 April 2024,” kata Guswanto.

Baca Juga :  Internet Aceh Pulih 73 Persen, Listrik Masih Terganggu

Menurutnya, ketika Matahari di sebelah utara garis khatulistiwa, Bumi belahan Utara akan mengalami musim semi dan panas, sedangkan Bumi belahan Selatan akan mengalami musim gugur dan dingin. Sebaliknya, saat Matahari berada di sebelah selatan garis khatulistiwa, Bumi belahan Selatan akan mengalami musim panas dan semi, sedangkan Bumi belahan Utara akan mengalami musim gugur dan dingin.

Meski pengunggah menyebutkan suhu Indonesia akan terasa panas pada 27 Februari-4 Maret 2024, Guswanto menilai posisi Zenith di atas Pulau Jawa tidak banyak berpengaruh pada peningkatan suhu. “Paling variasi hariannya yang berbeda antara suhu di jam tertentu saja,” jelas dia.

Wilayah yang berpotensi alami kenaikan suhu Ia menerangkan, ada sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kenaikan suhu maksimum harian pada 27 Februari 2024. Contohnya, Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat memprediksi suhu maksimum harian pukul 07.00 WIB mencapai 35,3 derajat Celcius.

Baca Juga :  Kenaikan Gaji Pensiunan ASN–TNI–Polri 2026 Tertunda, Pemerintah Ungkap Pertimbangan Ekonomi

Sementara Stasiun Meteorologi Tanah Merah di Boven Digoel, Papua memprakirakan suhu maksimum harian mencapai 34,0 derajat Celcius.

Lebih lanjut, Guswanto mengatakan, Maret 2024 akan menjadi masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem saat masa pancaroba, karena dapat terjadi angin kencang, puting beliung, petir, dan hujan es. “Di samping itu, pasa bulan Maret 2024, Indonesia memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri di bulan April 2024,” imbuh Guswanto.

Sementara, untuk puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli-Agustus 2024. Wilayah Indonesia pun akan memasuki musim kemarau secara bertahap mulai Maret. “(Bertahap) mulai Maret (1,4 persen), April (12,9 persen), Mei (19,0 persen), Juni (24,2 persen), Juli (7 persen), Agustus (13,4 persen), dan seterusnya,” tutur Guswanto.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB