Banyak negara yang kini dianggap sukses bisa ke Bulan. Lantas, apa motifnya?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Januari 2024 - 02:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-Jepang baru-baru ini menjadi negara kelima yang berhasil menyelesaikan pendaratan di permukaan bulan.
Dengan demikian, Jepang bergabung dengan beberapa negara terpilih – AS, Rusia, Tiongkok, dan India yang berhasil mencapai prestasi ini.
Namun pendaratan di bulan kemungkinan akan menjadi lebih umum dalam beberapa tahun mendatang. Secara global, lebih dari 100 misi ke bulan, baik oleh perusahaan swasta maupun pemerintah, diperkirakan akan dilaksanakan pada tahun 2030, menurut Badan Antariksa Eropa.

feedImage 2024 1 23 1705967986472 cm5do Banyak negara yang kini dianggap sukses bisa ke Bulan. Lantas, apa motifnya?

Lalu mengapa negara-negara ini sangat ingin kembali ke bulan?

Direktur Eksekutif di Pusat Hukum Udara dan Luar Angkasa dari Universitas Mississipi, Michelle Hanlon mengatakan Bulan adalah tempat pembuktian. Di sana umat manusia akan belajar banyak hal.

Umat manusia perlu pergi ke bulan untuk belajar bagaimana hidup di luar angkasa, untuk belajar bagaimana memanfaatkan sumber daya luar angkasa. Dan ini benar-benar merupakan batu loncatan menuju kekayaan yang melimpah di alam semesta,”

Direktur Eksekutif di Pusat Hukum Udara dan Luar Angkasa dari Universitas Mississipi, Michelle Hanlon.

Beberapa kekayaan yang dicari oleh negara-negara dan perusahaan-perusahaan ini termasuk logam tanah jarang dan isotop helium-3.

Benda ini langka di Bumi tapi melimpah di Bulan dan secara teori dapat digunakan untuk menggerakkan reaktor fusi nuklir.

“Kami belum menemukan cara untuk melakukannya. Ada banyak teori tentang hal itu. Namun, setelah kita mengetahuinya, helium-3 di bulan dapat memberi energi pada bumi, seluruh bumi, selama berabad-abad,” kata Hanlon.

Selain itu, terdapat pula sumber daya alam penting lainnya yang dicari oleh banyak negara: air.

Selain penting bagi kelangsungan hidup manusia, air dapat digunakan untuk membuat bahan bakar roket, yang berarti bulan suatu hari nanti dapat menjadi stasiun pengisian bahan bakar roket dan batu loncatan untuk eksplorasi ruang angkasa yang lebih dalam.

Baca Juga :  Ledakan terjadi di pabrik Indarung V milik PT Semen Padang.

“Siapa pun yang berhasil mencapai kehadiran di Bulan secara signifikan telah membuat pernyataan tentang sistem politik mereka, tentang sistem ekonomi mereka, tentang siapa yang unggul dalam persaingan geopolitik,” kata Dean Cheng, penasihat senior program Tiongkok di Institut Perdamaian Amerika Serikat.

“Tetapi hal kedua yang lebih baru dari hal ini adalah keyakinan bahwa ada sumber daya signifikan di bulan yang berguna bagi Bumi, atau berguna untuk penerbangan luar angkasa di masa depan,” tambah dia.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB