Awal 2024 sudah Ada Dua Kasus Kematian Akibat Terjangkit DBD

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Januari 2024 - 05:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-Baru dua pekan di awal tahun 2024, kasus demam berdarah dengue (DBD) menjangkit belasan warga di Kabupaten Tulungagung.
Diketahui dari belasan warga yang terjangkit, dua diantara dinyatakan meninggal dunia akibat terjangkit DBD.
Kepala Bidang (Kabid) Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani mengatakan, berdasarkan data, setidaknya ada 18 kasus DBD yang menjangkit masyarakat di Kabupaten Tulungagung.
246981 620 Awal 2024 sudah Ada Dua Kasus Kematian Akibat Terjangkit DBD

Rincinya, ada 7 kasus DBD di minggu pertama yakni mulai tanggal 1 hingga 7 Januari.

Kemudian kasus DBD meningkat drastis pada minggu kedua dengan tambahan 11 kasus. Artinya kini jumlah kasus DBD di Tulungagung ada sebanyak 18 kasus.

“Pada awal tahun 2024, kita dikejutkan dengan adanya laporan kasus DBD yang mana sampai saat ini sudah ada sebanyak 18 kasus selama dua minggu terakhir,” jelasnya Selasa (16/1/2024).

Kemudian dari belasan kasus DBD tersebut, tercatat sebanyak dua pasien DBD dinyatakan meninggal dunia akibat terjangkit penyakit akibat virus yang dibawa oleh nyamuk.

Diketahui kedua korban meninggal akibat DBD ini berada di wilayh Kecamatan Sumbergempol dan Pucanglaban.

“Dua pasien DBD yang meninggal itu ada di Kecamatan Sumbergempol dan Pucanglaban,” ucapnya.

Apabila dibandingkan dengan jumlah kasus di tahun 2023 dengan periode yang sama, kasus DBD di awal tahun 2024 ini naik signifikan sebesar 100 persen.

Diketahui pada tahun 2023 ada sebanyak 15 kasus, sedangkan di tahun ini hanya didua pekan sudah ada 18 kasus DBD.

Baca Juga :  Rawat Kebersamaan, Pejuang Perubahan Tulungagung Siapkan Doa Bersama untuk Matinya Demokrasi

Pihaknya pun telah melakukan antisipasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di bulan Desember tahun 2023.

“Bisa dibilang kita saat ini kecolongan, karena pada akhir Desember 2023 kemarin kita sudah melakukan antisipasi dengan melakukan PSN,” paparnya.

Kemudian untuk penanganannya, terdapat dua upaya dalam antisipasi mewabahnya DBD ini. Yakni dengan upaya by person dan by program.

Adapun penanganan by person yakni dengan edukasi pentingnya melakukan pembersihan lingkungan agar tidak ada jentik nyamuk dan penggunaan lotion anti nyamuk.

Lalu untuk penanganan by program yakni dengan melakukan PSN di lingkungan masyarakat.

“Selain PSN, pemakaian lotion nyamuk atau obat nyamuk itu tetap harus digunakan, apalagi saat wilayah itu kerap terjadi hujan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB