majelis sholawat dan Tausiyah kebangsaan di Monumen SLG kediri, Jumat malam

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Mei 2023 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kediri AZMedia.co.ib Alim ulama dan umaro bersatu dalam sholawat dan mendengarkan Tausiyah kebangsaan di kawasan monumen SLG Kabupaten Kediri, Jumat malam.

Merajut kebhinekaan dalam bingkai NKRI dan untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Kediri 1219, Pemda Kabupaten Kediri menggelar acara majelis sholawat dan Tausiyah kebangsaan di Monumen SLG, Jumat malam(12/5/2023) dimulai sekitar pukul 19.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri juga Bupati Kediri, Para Tokoh Agama, TNI , Polri , ASN Pemda, Forkopimda Kabupaten Kediri, hingga ribuan masyarakat melebur jadi satu dalam wadah NKRI.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan majelis sholawat yang fenomenal dari kota batik Pekalongan “Az-Zahir” di bawah binaan Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.

Ribuan masyarakat Kabupaten Kediri memenuhi Monumen dan sangat antusias mengikuti majelis yang penuh berkah tersebut.

Tak hanya itu, Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf juga mengisi tausiyah sedikit yang inti ceramahnya adalah bagaimana cara kita harus berbuat baik dan menjaga kerukunan antar sesama.

Baca Juga :  Efek Bahan Kimia Berbahaya dari Obat Tradisional dan Kosmetik Temuan BPOM RI

“Kita sebagai manusia harus selalu berbuat baik kepada sesama, tak hanya habluminallah namun habluminannasnya juga. Terlebih di zaman yang banyak finah yang ingin memecah belah umat sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa,” ucap Habib Ali.

Dalam kegiatan tersebut, Sosok ulama kharismatik yang merupakan Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (JATMAN) Maulana Habib Luthfi bin Yahya memberikan tausiyah kebangsaan untuk memperkuat ukhuwah insaniyah dan ukhuwah wathoniyah dalam merajut persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semakin menurunnya kecintaan kepada bangsa dan tanah air. Apel kebangsaan dan kirab bendera merah putih salah satu momentum untuk mengingat dan menghayati nilai-nilai perjuangan para leluhur pendiri bangsa Indonesia,” kata Habib Luthfi

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres RI) ini menegaskan dan mencontohkan budaya membangun rumah dimana terdapat segala bentuk keperluan.

“Budaya membangun. rumah harus dirawat. Terdapat janur, tebu, padi, kelapa, pisang dan tidak cukup itu saja. Namun juga memasang Merah Putih dengan ingkung ayam juga disertai bacaan sholawat. Merah Putih merupakan budaya harus dilestarikan di dada kita. Maka kita sebagai penerus bangsa wajib menjaga persatuan dan kesatuan jangan mudah dipecah belah hingga saling bermusuhan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Tulungagung Kembali Raih BUMD Awards 2024

Sebagai penutup acara Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya memanjatkan doa kepada Allah semoga Bangsa Indonesia selalu diberikan keamanan, keselamatan, kekuatan persatuan dan kesatuan untuk membangun Indonesia agar lebih maju dan hebat di mata dunia.

Pada kesempatan yang lain saat ditanya Muhammad (20) salah satu santri yang hadir bersama seluruh teman-temanya menyampaikan merasa sangat senang karena setelah sekian lama terlebih terkendala pandemi bisa menghadiri majelis yang penuh barokah ini.

“Saya senang sekali pak. Seakan rasa rindu untuk bersholawat bersama dan mendengarkan siraman rohani dari para guru mampun menyejukkan hati. Apalagi bisa menyambung persaudaraan antar saudara muslim khususnya di Kabupaten Kediri,” pungkasnya(wndo)

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LAMBAN SEPERTI SIPUT, OKNUM Polsek Kedungwaru DINILAI GAGAL AMANKAN TKP TABRAK LARI
33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi
Belanja Lokal, Dampak Besar: Pasar Senggol Bangoan Gerakkan UMKM Kuliner Tradisional
Dari Hobi Ngopi Jadi Cuan: Coffee Shop Rumahan Pasutri Blitar Laris via Medsos

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:09 WIB

LAMBAN SEPERTI SIPUT, OKNUM Polsek Kedungwaru DINILAI GAGAL AMANKAN TKP TABRAK LARI

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Senin, 26 Januari 2026 - 16:45 WIB

Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai

Senin, 26 Januari 2026 - 16:07 WIB

Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB