Seleksi Golden Ticket Harus Transparan, Legislatif Minta Dispendik Rutin Monitor Pelaksanaan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Januari 2023 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BLITAR, AZMEDIA.CO.ID – Rangkaian penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024 mulai bergulir. Salah satunya dari jalur golden ticket. Para wali murid pun meminta agar tahapan jalur ini dilakukan secara transparan.

Salah seorang wali murid, Wiji Sulistiyawati mengungkapkan, anaknya kini sedang duduk di bangku kelas VI SD dan berniat mendaftar jalur golden ticket di salah satu SMP. Dia meminta agar proses pendaftaran hingga seleksi dilakukan berdasarkan kemampuan anak. “Sehingga baik anak, orang tua, hingga sekolah sama-sama diuntungkan. Khawatir saja kalau tidak transparan. Eman anak sudah pintar, kalau ternyata ada yang pesan kursi. Semoga saja tidak terjadi,” harapnya kemarin (11/1).

Menanggapi hal ini, Kabid Pembinaan SD dan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar Jais Alwi Mashuri memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur. Dia membenarkan, persyaratan seleksi golden ticket diserahkan ke masing-masing SMP. Namun, sekolah juga diminta mendapat hasil terbaik dari fase ini.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jais menilai jalur tersebut mengundang banyak peminat dari calon lulusan SD/MI sederajat. Itu karena proses perebutan kuota 10 persen dari pagu dengan memaksimalkan kecerdasan anak. Pendaftaran seleksi golden ticket dibuka pada 9-14 Januari. Proses ujian akan digelar pada Selasa (17/1) mendatang. “Insya Allah jalur ini dimanfaatkan secara baik oleh anak-anak yang memang berprestasi, baik akademik maupun nonakademik,” tuturnya.

Baca Juga :  APBD sebagai Ujian Kepemimpinan: Ketika Transparansi Menjadi Ukuran Nyata Perubahan

Pria berkacamata ini menambahkan, PPDB tahun ini resmi dibuka pada Maret. Siswa yang mendapat kursi dari golden ticket bisa mendaftar di SMP yang diminati.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Blitar dr Laily Kurniawati menilai, jalur golden ticket merupakan satu dari enam jalur PPDB yang juga objektif. Artinya, lolos dan tidaknya anak sebagai penerima tiket, itu bergantung pada kemampuan masing-masing anak. “Namun, harus diingat bahwa kalau memang anak nilainya jauh di bawah, orang tua jangan protes. Mungkin bisa menggunakan jalur lain,” tuturnya.

Meski meyakini tahapan penjaringan akan berlangsung transparan, Laily meminta dinas tetap memantau jalannya seleksi. Bukannya hanya melimpahkan ke SMP. Sebab, dinas juga memiliki kewenangan memonitor proses pendaftaran hingga ujian.” Jadi, apabila ada keluhan dari wali siswa atau lainnya bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti,” terang politikus PKS ini.

Baca Juga :  Dugaan Pembiaran Praktik Perjudian di Wilayah Polsek Boyolangu: Laporan Warga Diabaikan, Penegakan Hukum Dipertanyakan

Salah satu SMP yang juga membuka jalur seleksi golden ticket yakni SMPN 1 Blitar. Sekolah meminta siswa bisa memanfaatkan peluang, tidak hanya di SMPN 1, tetapi di sekolah lainnya. Kepala SMPN 1 Blitar, July Setyanto mengungkapkan, pendaftaran dilakukan secara online, sedangkan offline untuk proses ujian.

Seperti tahun lalu, pagu sekolah sebanyak 288 anak. Lantaran kuota golden ticket hanya 10 persen dari pagu, maka hanya 29 anak yang berhak lolos. “29 anak berdasarkan nilai tertinggi, mereka akan diuji mengerjakan 100 butir soal mapel IPA, IPS, matematika, dan bahasa Indonesia,” terangnya.

Nantinya, hasil ujian dapat langsung disaksikan oleh calon siswa baru dan orang tua di sekolah. Siswa yang lolos bisa langsung mendaftar sehari setelah ujian berlangsung. “Semua secara transparan berdasarkan kemampuan terbaik siswa,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB