Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA— Upaya pemerintah menjaga keberlanjutan anggaran subsidi energi kembali berlanjut pada tahun 2026. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penyesuaian volume penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar lebih tepat sasaran dan terkendali.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi distribusi BBM sepanjang 2025 yang dinilai berhasil menekan pemborosan anggaran. Berdasarkan catatan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, pengawasan ketat penyaluran subsidi tahun lalu mampu menghasilkan efisiensi anggaran negara hingga Rp4,9 triliun.

Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar penetapan kuota BBM bersubsidi untuk tahun anggaran 2026. Dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, BPH Migas menetapkan penyesuaian pada beberapa jenis BBM, dengan fokus utama pada Pertalite.

Untuk kategori Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), kuota Pertalite ditetapkan sebesar sekitar 29,26 juta kiloliter. Angka ini lebih rendah dibandingkan alokasi tahun sebelumnya, menyesuaikan tren konsumsi aktual dan penguatan sistem pengawasan distribusi.

Sementara itu, Solar Subsidi yang masuk kategori Jenis BBM Tertentu (JBT) juga mengalami koreksi terbatas menjadi 18,63 juta kiloliter. Berbeda dengan dua jenis BBM tersebut, Minyak Tanah justru mendapatkan tambahan kuota tipis menjadi 526 ribu kiloliter, menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah tertentu.

Baca Juga :  Memasuki 2026, Ini Cara Merancang Target Keuangan yang Realistis

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa kebijakan ini disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan riil, bukan semata-mata pemangkasan. Menurutnya, data realisasi 2025 menunjukkan konsumsi Pertalite hanya mencapai sekitar 89 persen dari kuota, yang menandakan pengendalian distribusi mulai berjalan efektif.

“Penetapan kuota dilakukan dengan pendekatan berbasis data agar subsidi benar-benar dinikmati kelompok yang berhak,” jelasnya.

Pemerintah memandang penyesuaian kuota BBM bersubsidi sebagai bagian dari reformasi tata kelola energi nasional. Selain menjaga stabilitas APBN, kebijakan ini diharapkan memperkuat sistem subsidi yang lebih akuntabel, transparan, dan berkeadilan, sekaligus mendorong efisiensi konsumsi energi di masyarakat.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi
Dari Hobi Ngopi Jadi Cuan: Coffee Shop Rumahan Pasutri Blitar Laris via Medsos

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB