Belanja Lokal, Dampak Besar: Pasar Senggol Bangoan Gerakkan UMKM Kuliner Tradisional

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG — Pasar tradisional sering dianggap “jadul”, tetapi Pasar Senggol di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, justru membuktikan sebaliknya. Setiap pagi, pasar ini menjadi titik temu warga untuk berburu jajanan dan sarapan, sekaligus ruang hidup bagi pelaku UMKM kuliner tradisional yang menggantungkan penghasilan dari lapak-lapak sederhana.

Beragam jajanan pasar tersedia dan menjadi daya tarik utama. Mulai cenil, kicak, lupis, jenang, hingga pilihan makanan berat seperti nasi pecel, rujak, nasi tiwul, dan nasi jagung. Tak hanya jajanan basah, pengunjung juga bisa menemukan aneka camilan kering seperti rempeyek, keripik singkong, serta gorengan yang mudah dijumpai di berbagai sudut pasar.

Baca Juga :  Ombak mencapai ketinggian 5 meter, Nelayan di Tulungagung Berhenti Melaut.

Lokasinya yang dekat dengan permukiman warga membuat Pasar Senggol mudah diakses. Kondisi ini menjadikan pasar ramai terutama pada jam-jam pagi, ketika warga memanfaatkan waktu untuk belanja harian sambil menikmati suasana pasar tradisional yang hangat dan akrab.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik keramaian itu, ada dampak ekonomi yang nyata. Transaksi kecil—membeli kue basah, sarapan, atau sekadar gorengan—berperan menjaga perputaran uang di tingkat desa. Bagi pedagang, pembeli pagi adalah “napas” usaha: stok harus habis agar modal bisa kembali berputar untuk produksi keesokan harinya.

Pasar Senggol juga menjadi panggung bagi kuliner tradisional agar tetap bertahan. Ketika selera pasar berubah dan makanan modern terus bermunculan, jajanan lokal masih bisa hidup karena ada ruang jual yang setia menerima dan ada pembeli yang terus datang. Dari sini, pasar bukan sekadar tempat belanja, melainkan ekosistem ekonomi rakyat yang menjaga tradisi sekaligus memberi penghidupan.

Baca Juga :  Keahlian Dukun Pijat Kandungan di Tulungagung yang membantu mempermudah Pasien Punya Anak

Pasar Senggol Bangoan mengajarkan satu hal sederhana: belanja lokal punya dampak besar. Datang pagi, membeli secukupnya, dan memilih produk warga sekitar bukan hanya memanjakan lidah—tetapi juga membantu UMKM kuliner tradisional tetap bertahan dan ekonomi desa terus bergerak.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi
Dari Hobi Ngopi Jadi Cuan: Coffee Shop Rumahan Pasutri Blitar Laris via Medsos
Simpang Muning Mojoroto Rawan, Kecelakaan Beruntun Bus Harapan Jaya Dorong Evaluasi Keselamatan Lalu Lintas
Dari Kejadian Keracunan ke Aksi Cepat: Sekolah Perketat SOP MBG

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Senin, 26 Januari 2026 - 16:07 WIB

Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga

Senin, 26 Januari 2026 - 15:41 WIB

Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:08 WIB

Belanja Lokal, Dampak Besar: Pasar Senggol Bangoan Gerakkan UMKM Kuliner Tradisional

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB