TULUNGAGUNG — Insiden gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi momentum evaluasi di lingkungan sekolah. SMK Sore Tulungagung bersama pihak terkait bergerak cepat melakukan penanganan medis sekaligus memperketat prosedur agar kejadian serupa tidak terulang.
Sejumlah siswa yang mengalami keluhan seperti mual, sakit perut, muntah, hingga diare segera mendapat penanganan dan dirawat di fasilitas kesehatan. Langkah cepat ini dinilai penting untuk mencegah kondisi memburuk dan memastikan siswa tertangani sesuai prosedur.
Selain penanganan korban, sekolah menekankan perlunya pembenahan di sisi pencegahan. Evaluasi diarahkan pada titik-titik rawan, mulai dari distribusi makanan, waktu pembagian, penyimpanan, hingga kebersihan dan standar mutu menu. Pihak terkait juga melakukan penelusuran asal makanan serta mengumpulkan informasi lapangan sebagai bahan pemeriksaan lebih lanjut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ke depan, penguatan SOP akan difokuskan pada langkah praktis di sekolah, seperti pencatatan jam datang makanan, pengecekan kondisi kemasan dan aroma, penyimpanan sesuai standar, serta mekanisme pelaporan cepat jika muncul keluhan. Sekolah juga mendorong koordinasi yang lebih ketat dengan penyedia dan layanan kesehatan agar pengawasan berjalan berlapis.
Peristiwa ini menegaskan bahwa program gizi harus berjalan beriringan dengan keamanan pangan. Dengan respon cepat, evaluasi terbuka, dan SOP yang diperkuat, sekolah memiliki peluang mengubah kejadian menjadi pelajaran—demi memastikan MBG tetap bermanfaat dan aman bagi siswa.













