Dari Kota Marmer ke Pasar Nasional: Perajin Tulungagung Naik Kelas

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG — Identitas Tulungagung sebagai “Kota Marmer” kembali mendapat energi baru dari pelaku UMKM batu alam. Sejumlah perajin dan bengkel kecil yang selama ini bertumpu pada pesanan lokal, kini mulai berbenah agar produk mereka lebih siap masuk pasar luar kota—bahkan membuka peluang ekspor lewat penguatan desain, standardisasi ukuran, dan pemasaran digital.

Pelaku usaha di sektor ini menilai perubahan selera pasar membuat produk batu alam tidak cukup hanya “kuat dan rapi”, tetapi juga harus memiliki nilai tambah. “Sekarang pembeli cari yang siap pasang, finishing halus, ukurannya presisi, dan desainnya kekinian. Kalau tidak ikut, kita tertinggal,” ujar seorang perajin, Jumat (24/1/2026).

Dari Bahan Mentah ke Produk Siap Jual

Jika dulu banyak UMKM menjual batu alam sebagai bahan, kini mereka mulai mengarah ke produk jadi: mozaik dekoratif, lantai dan dinding panel, cobek dan peralatan dapur, ornamen taman, hingga aksesoris rumah. Dengan model ini, margin usaha bisa lebih baik karena nilai tambah tidak lepas di tengah jalan.

Beberapa UMKM juga mulai membentuk pola kerja bersama: satu unit fokus pemotongan, unit lain finishing, sementara pemasaran dan pengemasan dikerjakan oleh tim yang berbeda. Pola kolaborasi ini membuat produksi lebih stabil dan pesanan besar tidak “mandek” di satu titik.

Standarisasi dan Kualitas Jadi “Tiket Masuk” Pasar Luar

Dalam upaya naik kelas, pelaku UMKM mulai memperhatikan hal-hal yang sering dianggap sepele: ketebalan seragam, warna konsisten, kualitas lem/finishing, hingga cara packing agar tidak retak saat pengiriman. Mereka juga mulai membuat katalog sederhana, daftar ukuran baku, dan foto produk yang layak untuk etalase online.

“Yang berat itu menjaga konsistensi. Sekali kirim jelek, reputasi rusak. Jadi sekarang kami cek ulang sebelum packing,” kata pelaku UMKM lainnya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Pemotor Jadi Korban tertimpa pohon tumbang di Tulungagung

Digitalisasi Membuka Pintu Pembeli Baru

Perubahan paling terasa datang dari pemasaran digital. Video proses produksi, testimoni pelanggan, dan foto before-after pemasangan membantu membangun kepercayaan pembeli luar kota. Sebagian UMKM juga mulai mencoba kerja sama dengan reseller interior dan kontraktor kecil di kota-kota besar.

Langkah ini membuat pasar tidak lagi terbatas pada proyek di sekitar Tulungagung. Pesanan mulai merambah ke luar daerah untuk kebutuhan rumah tinggal, kafe, hingga renovasi bangunan.

Kisah UMKM batu alam Tulungagung menunjukkan bahwa naik kelas bukan soal “punya pabrik besar”, tetapi soal keberanian berbenah: memperkuat desain, disiplin kualitas, dan membuka akses pasar melalui kanal digital. Dari bengkel kecil dan tangan-tangan perajin lokal, produk khas Tulungagung punya peluang tampil di etalase yang lebih luas—asal konsisten menjaga standar dan terus belajar membaca pasar.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB