TULUNGAGUNG — Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tulungagung agar naik kelas terus digencarkan. Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Jairi Irawan, melakukan langkah konkret dengan berkunjung ke Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur pada Selasa (20/1/2026) untuk membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk unggulan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Jairi diterima oleh Kepala Bagian Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Haryo Bimo B.. Pertemuan membahas proses kurasi produk serta strategi penguatan jejaring pasar agar UMKM Tulungagung dapat menembus pasar provinsi, nasional, bahkan internasional.
Sejumlah produk khas “Kota Marmer” turut diperkenalkan dalam pertemuan itu, di antaranya Teh Mbah Djie, Batik Kalisong, Kopi Mbah Badi Sendang, hingga Susu Sapi Beku Pasteurisasi. Produk-produk tersebut dinilai merepresentasikan potensi UMKM Tulungagung dari berbagai sektor—perkebunan, kerajinan, hingga olahan peternakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jairi menegaskan, pendampingan UMKM harus diarahkan pada langkah yang berdampak langsung, salah satunya membuka pintu agar produk lokal bisa masuk ke jaringan ritel modern dan mengikuti pameran berskala nasional. Ia menilai sinergi dengan Pemprov Jatim penting agar pelaku UMKM tidak berjalan sendiri ketika ingin memperluas pasar.
Sementara itu, pihak Dinas Koperasi dan UKM Jatim menyambut positif inisiatif tersebut. Mereka menyatakan kesiapan memberikan arahan terkait peningkatan kualitas dan standardisasi agar produk UMKM lebih siap bersaing, termasuk ketika diarahkan ke pasar yang lebih luas.
Ke depan, Jairi juga berharap adanya fasilitasi pertemuan antara pelaku UMKM dengan investor melalui program “Meet the Investor” sebagai salah satu jalur percepatan agar produk Tulungagung tidak hanya kuat di daerah, namun juga punya peluang nyata menembus pasar nasional dan luar negeri.
Langkah ini memperlihatkan bahwa “naik kelas” bagi UMKM tidak cukup hanya dengan produksi, tetapi juga harus ditopang oleh kurasi, standardisasi, jejaring pasar, dan akses permodalan. Ketika pintu-pintu itu dibuka bersama, produk lokal Tulungagung punya peluang lebih besar untuk bersaing di level yang lebih tinggi.













