Dari Pelajar Jadi Pengusaha: Pisang Goreng Nasional di Jombang Raup Omzet Jutaan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA – Semangat wirausaha bisa tumbuh dari hal sederhana—bahkan dari pekarangan rumah. Itulah yang ditunjukkan Diana Putri Sari (17), siswi SMA asal Jombang, Jawa Timur, yang berhasil merintis bisnis pisang goreng kekinian dan menjadikannya sumber penghasilan yang menjanjikan. Di usia yang masih muda, Diana membuktikan bahwa keberanian memulai dan kemauan belajar dapat membawa seseorang melangkah lebih jauh.

Usaha yang ia bangun diberi nama “Pisang Goreng Nasional” dan beroperasi di kawasan Komplek Pertokoan Stadion Merdeka, Jalan Hayam Wuruk, Desa Candimulyo, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Menariknya, Diana mengolah potensi yang ada di sekitar rumah: pohon pisang yang sebelumnya kurang termanfaatkan, kini menjadi bahan baku utama yang bernilai ekonomi.

Ia menuturkan, ide itu muncul sekitar tahun 2025 saat melihat ketersediaan pisang di belakang rumah cukup melimpah. Dari situ, ia terpikir membuat produk yang mudah diterima banyak orang sekaligus punya peluang pasar luas. “Daripada tidak dimanfaatkan, lebih baik dijadikan sesuatu yang bisa menghasilkan,” ungkapnya saat ditemui Sabtu, 10 Januari 2026.

Yang membuat kisah ini semakin kuat adalah cara Diana mengatur waktunya. Meski masih duduk di bangku kelas X SMA, ia tetap memprioritaskan sekolah. Sepulang sekolah, ia memanfaatkan waktu luang untuk mengelola usaha—mulai dari persiapan bahan, produksi, hingga melayani pembeli. Baginya, waktu luang bukan untuk dibiarkan kosong, melainkan diubah menjadi kesempatan.

Dalam sehari, Diana membutuhkan sekitar 4–6 tandan pisang gepok. Rata-rata penjualan mencapai sekitar 150 porsi per hari, dengan omzet yang disebut berada di kisaran Rp2 juta per hari. Selain pembelian langsung, ia juga memanfaatkan layanan pesan antar daring agar jangkauan pasar lebih luas. Menurut informasi yang disampaikan, permintaan tidak hanya datang dari Jombang, tetapi juga merambah daerah sekitar seperti Kediri, Nganjuk, hingga Mojokerto.

Dari sisi konsep, Diana tidak sekadar menjual pisang goreng biasa. Ia memadukan rasa tradisional dengan sentuhan modern, termasuk menghadirkan berbagai varian topping. Produk juga dikemas menggunakan besek bambu premium yang ramah lingkungan dan dinilai cocok dijadikan oleh-oleh. Pilihan kemasan ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga menambah nilai produk dan memperkuat identitas lokal.

Baca Juga :  Biadab! Ayah Perkosa Anak Tiri Lalu Ditinggalkan di Tengah Hutan

Pilihan varian yang ditawarkan beragam, mulai dari rasa original hingga kombinasi topping kekinian. Diana menyebut beberapa varian menjadi favorit pelanggan, karena rasanya cocok dan harganya masih terjangkau untuk berbagai kalangan.

Kisah Diana memberi pesan yang sederhana namun penting: bisnis tidak selalu berawal dari modal besar, kadang berawal dari kepekaan melihat peluang di sekitar. Konsistensi, ketekunan, serta keberanian mencoba menjadi kunci yang mengubah ide kecil menjadi langkah nyata.

Ke depan, Diana berharap usahanya bisa terus berkembang dan membuka cabang baru. Lebih dari itu, ia menunjukkan bahwa anak muda bukan hanya bisa menjadi penonton tren, tetapi juga pelaku yang menciptakan peluang—bagi dirinya sendiri, bahkan kelak bagi orang lain lewat lapangan kerja yang terbuka.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB