AZMEDIA – Kawasan wisata alam Telaga Buret di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, kembali menghadapi masalah berulang: sampah liar yang datang dari oknum tak bertanggung jawab.
Peristiwa terbaru terjadi Minggu dini hari, ketika seorang warga yang disebut berasal dari Kecamatan Tanggunggunung diduga tertangkap tangan membuang sampah di area depan kawasan Telaga Buret. Kejadian itu terekam video, lalu menyebar luas di media sosial dan memantik respons warganet.
Aksi tersebut diketahui saat anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Sidodadi melakukan pemantauan di sekitar telaga. Penjagaan memang belakangan diperketat karena pembuangan sampah sembarangan disebut kian sering terjadi, terutama pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua LMDH Wono Sidodadi, Karsi Nerro Sutamrin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menuturkan, pihaknya merasa prihatin sekaligus lelah karena lokasi yang seharusnya dijaga bersama justru berulang kali dijadikan “tempat buang” oleh oknum tertentu.
“Kami beberapa hari ini berjaga. Hampir setiap hari selalu ada sampah baru. Ini bukan kejadian sekali,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kelestarian serta citra Telaga Buret sebagai destinasi wisata alam yang memiliki nilai kultural bagi warga sekitar. Di sisi lain, warga bersama LMDH selama ini rutin bergotong royong membersihkan area telaga secara swadaya.
“Kalau hari ini dibersihkan, besoknya sudah kotor lagi. Capek, tapi telaga ini tetap harus dijaga,” tegasnya.
Video penindakan tersebut memunculkan beragam komentar dari warganet. Banyak yang menilai rendahnya kesadaran lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah, apalagi di kawasan wisata dan konservasi yang seharusnya dijaga bersama.
Karsi berharap kejadian ini bisa menjadi titik balik untuk memperkuat kepedulian publik. Ia juga mendorong keterlibatan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta aparat terkait agar ada pengawasan konsisten dan tindakan tegas yang menimbulkan efek jera.
“Kalau tidak ada sanksi dan pengawasan bersama, masalah ini tidak akan selesai. Harapan kami Telaga Buret tetap bersih, lestari, dan nyaman untuk dikunjungi,” pungkasnya.













