Tulungagung Alami Surplus Beras Berkat Panen Melimpah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA — Produksi beras di Kabupaten Tulungagung sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat positif. Hasil panen yang diperoleh petani mencapai ratusan ribu ton dan dinilai mampu menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat lokal dalam jangka waktu panjang.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, selama periode Januari hingga Oktober 2025, total panen padi mencapai 298.377 ton gabah. Dari jumlah tersebut, setelah melalui proses penggilingan, dihasilkan sekitar 173.058 ton beras.

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto, menyampaikan bahwa jumlah produksi beras tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat daerah. Bahkan, surplus produksi tercatat mencapai sekitar 50 persen dari total kebutuhan beras di Tulungagung.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa dengan stok beras yang tersedia saat ini, kebutuhan masyarakat diperkirakan tetap terpenuhi hingga sekitar sepuluh bulan ke depan, meskipun tidak ada tambahan panen dalam periode tersebut.

Baca Juga :  Stabilkan Harga Beras, Pemkab Tulungagung Inisiasi Operasi Pasar

“Jika melihat jumlah produksi yang ada, tanpa panen lanjutan pun, persediaan beras di Tulungagung masih mencukupi kebutuhan masyarakat lokal selama kurang lebih sepuluh bulan,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).

Capaian produksi yang melimpah tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah strategis yang dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas dan produktivitas sektor pertanian. Salah satu upaya utama adalah optimalisasi lahan dengan penerapan indeks pertanaman (IP) 200, yang memungkinkan petani menanam padi hingga dua kali dalam satu tahun.

Selain itu, Dinas Pertanian juga melakukan pengembangan lahan baru yang sebelumnya belum dimanfaatkan untuk budidaya padi. Lahan-lahan tersebut kini dialihfungsikan menjadi area persawahan guna menambah kapasitas produksi beras daerah.

Baca Juga :  Daftar Lokasi Penukaran Uang di Tulungagung dan Trenggalek, Catat Tanggalnya!

Langkah tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong penguatan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi padi dan beras dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Sebagai bagian dari upaya jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga telah mengajukan usulan perluasan area tanam padi kepada Kementerian Pertanian. Luas lahan yang diusulkan mencapai sekitar 167 hektare untuk dikembangkan menjadi persawahan produktif.

“Perluasan area tanam ini kami dorong agar produksi padi di Tulungagung tetap terjaga dan mampu mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” pungkas Suyanto.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB